"Jakarta Timur pasti paling tertinggi karena luas wilayahnya dan sentra industrinya banyak," kata Edison saat ditemui di kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jumat (24/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun di urutan kedua dan ketiga yaitu Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Kedua wilayah itu juga akan mendapatkan jumlah pendatang yang cukup besar. Namun Edison belum bisa memastikan angkanya.
Sedangkan untuk wilayah Jakarta Pusat, diperkirakan akan mendapat bagian kurang dari 15 persen yaitu sekitar 10.500 orang pendatang baru. Untuk wilayah Jakarta Selatan, diperkirakan akan ada 7.700 orang baru yang tinggal di kawasan tersebut, dengan nilai persentase 11 persen.
Selain kawasan industri dan perdagangan, Edison juga memperkirakan kawasan hiburan akan menjadi magnet bagi para pendatang. (Baca: Wagub Djarot: Semua Pihak Harus Siap Hadapi Pendatang Baru)
"Kos-kosan juga akan banyak dihuni, yang di sekitarnya banyak tempat hiburan. Semua akan kami datangi pada saat operasi biduk (bina kependudukan)," ujar Edison.
Dalam operasi bina kependudukan akan disosialisasikan peraturan daerah terkait administrasi kependudukan dan permukiman. Operasi ini juga juga digelar untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan bagi warga pendatang yang telah memenuhi persyaratan, yaitu memiliki tempat tinggal tetap dan pekerjaan.
Operasi bina kependudukan akan dilakukan selama 14 hari setelah H+7 Lebaran. (Baca: Ahok Awasi Semua Pendatang Baru)
"Kalau memang kita temukan mereka berdiam di tempat tidak jelas, itu akan kami ditertibkan," ujarnya. (obs)