Dalam persidangan tersebut, Fuad menunjuk OC Kaligis sebagai pengacara. Selama proses sidang, anak buah Kaligis, M Yagari Bhastari alias Geri, mendampingi Fuad. Namun setelah persidangan rampung dengan kemenangan di pihak Fuad, Geri ditangkap KPK bersama tiga hakim dan satu panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan terkait dugaan suap-menyuap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat Evy membahas persidangan itu dengan Geri, KPK menyadap percakapan keduanya dan hasil sadapan itu diperdengarkan di hadapan Evy saat diperiksa penyidik kemarin.
“Saya kenal Pak OC tahun 2002. Pak Kaligis itu lawyer Pak Gatot, lawyer kami. Nah, kami menyarankan agar Fuad menggunakan jasa Pak OC,” Evy. (Baca juga: Evy Sudah 14 Tahun Kenal OC Kaligis)
Hal serupa dikemukakan Gatot. “Saat itu Kejaksaan memanggil Sekda dan Kabiro Keuangan Sumut, Pak Fuad, terkait bansos. Saya perintahkan mereka untuk datang memenuhi panggilan (pemeriksaan), tapi dengan didampingi pengacara. Itu kenapa Pak OC mendampingi (Fuad). Tapi setelah itu saya tidak tahu lagi soal upaya (hukum) di PTUN,” ujarnya.
Padahal sebelumnya Gatot sempat menyatakan tak tahu soal penunjukan Kaligis sebagai pengacara Fuad. (Baca: Gatot Klaim Tak Tahu Penunjukan OC Kaligis sebagai Pengacara)
Sementara soal uang puluhan ribu Dolar AS yang pernah diberikan Evy ke Kaligis, menurut Evy itu murni sebagai bayaran atas jasa Kaligis selaku pengacara pribadi keluarga Gatot. (Baca: Evy Ongkosi OC Kaligis ke Medan)
“Itu lawyer fee dari uang pribadi kami (Evy dan Gatot). Jumlahnya tidak besar, hanya sekitar Rp 50 juta,” kata Evy. Uang sejumlah itu merupakan bayaran untuk satu kali kunjungan Kaligis ke Medan menemui keluarga Gatot.
Dari Evy lah Gatot mengenal Kaligis. Kaligis menjadi pengacara pribadinya selaku Gubernur Sumut setelah dia menikah dengan Evy. Kini Gatot dan Evy diperiksa intensif oleh KPK sebagai saksi dalam kasus yang menjerat Kaligis sebagai tersangka. (agk)