Kementerian ESDM Segera Normalisasi Produksi Blok Cepu

Basuki Rahmat N, CNN Indonesia | Minggu, 02/08/2015 06:04 WIB
Kementerian ESDM Segera Normalisasi Produksi Blok Cepu Ilustrasi. Petugas keamanan berjaga di kawasan Kilang Minyak V Pertamina Balikpapan di Kalimantan Timur, Kamis (2/7). Pertamina akan melakukan pengembangan dan peningkatan kapasitas pengolahan BBM di Kilang Minyak V Balikpapan serta membangun empat kilang minyak baru yang tersebar di wilayah barat dan timur Indonesia dengan total biaya mencapai 25 miliar dollar AS. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Insiden yang terjadi di Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Tengah, menjadi perhatian serius yang harus segera tuntaskan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memantau dan mengawal normalisasi kegiatan produksi usai kericuhan yang terjadi di Blok Cepu.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Djoko Siswanto menyatakan langkah-langkah penanganan sedang dan akan terus dilakukan pasca kericuhan. “Untuk mencegah dampak yang lebih besar, maka beberapa fasilitas strategis diamankan, sebagai efeknya produksi agak menurun sedikit, mudah-mudahan dapat kembali normal,” kata Djoko Siswanto dalam keterangannya yang diterima CNN Indonesia, Sabtu malam (1/8).

Djoko menuturkan Pemerintah Daerah Bojonegoro dan pihak berwajib serta para pihak yang terlibat dalam insiden akan melakukan pertemuan guna menuntaskan segala sesuatu yang terkait dengan peristiwa tersebut. (Baca: SKK Migas Terpaksa Rem Produksi Blok Cepu Pasca Kericuhan)


"Senin akan diadakan rapat lanjutan untuk memulihkan kondisi yang terganggu akibat insiden ini", ujar Djoko.

Selanjutnya, Djoko juga mengatakan bahwa pengurangan produksi pada Sabtu dilakukan pada Early Oil Expansion (EOE) & Well Pad B dengan Potensi loss +/- 50.000-55.000 barrels of oil per day (BOPD). (Baca: SKK Migas: Kondisi Blok Cepu Sudah Kondusif)

"Namun, jika Minggu sudah kondusif, akan diproduksikan dan dapat normal kembali ", tutur Djoko.

Kerusuhan terjadi di Engineering Procurement and Cobtructions (EPC) yang terletak di Lapangan Banyuurip Blok Cepu, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Sabtu sore (1/8). Dari informasi yang beredar, disebutkan kerusuhan terjadi akibat para pekerja marah lantaran tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. (Baca: Tak Dapat Cukup Waktu Istirahat, Pekerja EPC 1 Mengamuk)

Terkait masalah tersebut, Juru Bicara Exxon Mobil Indonesia Erwin Maryoto mengatakan bahwa kerusuhan terjadi saat para pekerja sub kontraktor yang dipekerjakan melalui Tripatra Samsung tidak diperbolehkan meninggalkan area kerja lebih cepat saat makan siang.

Kericuhan mengakibatkan sejumlah bangunan rusak di antara yaitu Gedung Tripatra Site Office. Selain itu kekisruhan juga mengakibatkan sedikitnya lima kendaraan roda empat rusak. Tak hanya itu, puluhan tabung PMK dan beberapa alat elektronik rusak akibat dilempar-lemparkan.

(obs/obs)