Arif mengatakan jangan sampai menteri lebih cakap dan dekat dengan Presiden dibandingkan menteri koordinator. (Lihat Juga: FOKUS Siapa Terdepak dari Kabinet Jokowi?)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merekomendasikan sistem harus dibangun. Menko harus memiliki kapasitas politik dan profesional yang lebih kuat dan kedekatan dengan Presiden yang luar biasa karena selama ini sistem tidak berjalan jadi agak lemah," ujar Arif. (Lihat Juga: PDIP: Jokowi-JK Sudah Tahu Ejekan Menteri Sejak Jauh Hari)
Saementara itu, politisi PDI Perjuangan Andreas Pareira juga mengatakan hal yang sama. Ia menilai sistem pemerintahan harus dijaga. Jika ada menteri yang dinilai mengganggu, harus segera dirombak.
"Menteri yang kemudian menganggu sistem itu, potong. Siapa yang merasa dirinya memanfaatkan kedekatan dengan top leader yang kemudian merusak sistem, potong. Karena ke depan akan mengganggu," ujar Andreas.
Sementara itu, pengamat birokrasi dan kebijakan publik Medrial Alamsyah mengatakan agar Jokowi lebih berhati-hati memilih menteri untuk perombakan kabinetnya. Sebab, jika salah mengganti menteri masalah di negeri ini tidak akan selesai.
"Dia hanya punya kesempatan sekali ini. Dia harus memilih menteri yang mempunyai kapasitas dan loyalitas kepada dia. Tidak cukup melakukan rombak kabinet memilih orang yang baik dan persoalan selesai," kata Medrial. (utd)