"Kalau sebelum disetujui dianggarannya, langsung teken tentu kita tidak ingin itu, harus sesuai aturan saja," kata JK di Istana Wapres, Jakarta, Sabtu (15/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarin usai menyampaikan pidato dalam sidang tahunan MPR, Jokowi urung menandatangani prasasti pencanangan penataan kawasan parlemen. Padahal prasasti tersebut sudah disiapkan dengan menyertakan nama Presiden dan Ketua DPR RI.
Namun ternyata ketika telah tiba agenda penandatanganan prasasti, prasasti itu tak ada di tempat semula. Di lokasi itu justru terlihat meja pendaftaran tamu undangan.
Sumber Istana menyatakan Jokowi belum menghendaki menandatangani prasasti tersebut. Maka saat Jokowi turun dari lantai ruangan sidang menuju museum DPR, dia langsung memasuki museum didampingi Ketua DPR Setya Novanto dan sejumlah pejabat tinggi lain.
Jokowi dan para pejabat itu lantas melihat kondisi museum yang baru direhabilitasi. Museum tersebut sesungguhnya menjadi semacam percontohan yang ingin diperlihatkan kepada pemerintah.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menyatakan Presiden Joko Widodo tetap menyetujui rencana Pencanangan Penataan Kawasan Parlemen.
Meski menolak menandatangani prasasti simbol peresmian, Fadli mengklaim Jokowi tak punya masalah dengan niatan pembangunan kompleks terpadu para wakil rakyat itu.
"Itu hanya hal teknis saja, karena memang belum kami komunikasikan. Tapi dari yang disampaikan beliau setuju," ujar Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8). (sur)