Materi wawancara seputar inovasi, latar belakang, independensi, dan konfirmasi transaksi rekening. Ketujuh orang tersebut adalah Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono, Mayor Jenderal (Purn) Hendardi Soepandji, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshiddiqie, Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Johan Budi Sapto Pribowo, Dosen Hukum Universitas Hasanuddin La Ode Muhammad Syarif, Dosen Akuntansi Universitas Gadjah Mada Mohammad Gudono, dan Direktur Eksekutif Pertamina Foundation Nina Nurlina Pramono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi nanti pada saat test wawancara akan diklarifikasi, akan kita tanyakan ke capim (calon pimpinan)," kata Destry,
Jelang wawancara, para kandidat calon pimpinan KPK cenderung pasrah. Hal tersebut dikemukakan oleh Johan Budi ketika ditanya kesiapannya mengikuti seleksi terbuka ini.
"Siap. Saya jalani saja," kata Johan ketika dihubungi CNN Indonesia, Senin petang (24/8).
Johan pun tak banyak berkomentar soal visi dan misi yang dia usung untuk membangun komisi antirasuah. Diketahui, Johan telah berkiprah sedikitnya selama 10 tahun di lembaga pemberangus korupsi ini. Ia pun mengaku memahami seluk-beluk internal kelembagaan KPK.
Hal senada diucapkan Giri. Ia mengaku tak mempersiapkan hal khusus apa pun jelang wawancara nanti. "Bismillah saja. Saya kebagian (wawancara) jam 8," kata Giri.
Giri yang juga telah berkiprah selama 10 tahun di KPK mengaku memahami betul permasalahan internal, salah satunya termasuk urusan pegawai. Menurutnya, KPK perlu menambahkan personil untuk mengoptimalkan kinerja di bagian penindakan dan pencegahan.
Giri berharap, dirinya dapat turut berpartisipasi dalam pemberantasan korupsi dengan meduduki posisi penting dalam pengambil kebijakan. (sur)