Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Kepolisian menyelidiki berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi saat insiden pemukulan tersebut berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SIMAK FOKUS: Rusuh Penggusuran Kampung Pulo
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga meragukan kasus pemukulan Eko. Ahok tak yakin kalau Eko benar-benar tidak terlibat dalam bentrokan yang terjadi. Menurut logikanya, jika ia tidak terlibat bentrokan, pasti ia menghindari kawasan yang sedang ricuh. Bukan malah mendekati daerah rawan tersebut. (Baca juga: Tanah Leluhur, Dalih Warga Kampung Pulo Ngotot Bertahan)
"Logikanya, kalau kamu orang yang ketakuan, kamu ikut di tengah kerumunan, kamu minta tolong atau malah maju ke depan? Nah, itu pertanyaannya " ujar Ahok.
"Ini sudah ribut lho, bukan baru mau ribut, sudah bersitegang dan dia masuk (kerumunan)," kata dia. Oleh sebab itu, Ahok menilai hal ini harus diselidiki terlebih dahulu. (Baca juga: Korban Bentrok Penggusuran Kampung Pulo Masuk ICU)
Sementara itu, untuk biaya perawatan Eko, Pemprov DKI Jakarta mengaku akan menanggung biaya pengobatan Eko. Tanggungan tersebut bakal diberikan setelah Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan menerima laporan adanya penganiayaan yang dialami Eko,
"Kalau sepengetahuan saya itu pimpinan akan memberi tanggung jawab ya kepada korban," ujar Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana. (sur)