Ahok Siapkan Dua Rusun untuk Warga Bukit Duri

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Selasa, 25/08/2015 15:36 WIB
Ahok Siapkan Dua Rusun untuk Warga Bukit Duri Foto udara kawasan pemukiman padat di bantaran Sungai Ciliwung kawasan Kampung Pulo dan Bukit Duri, Jakarta Timur, Kamis (13/8). Rencana normalisasi Sungai Ciliwung dengan menertibkan 611 bangunan di Kampung Pulo yang awalnya akan dilakukan minggu ini akhirnya ditunda hingga Kamis (20/8) karena masih menunggu keputusan pengadilan mengenai ganti rugi. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tetap akan menggusur kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan. Dua rumah susun disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menampung warga daerah langganan banjir itu.

Namun penertiban kawasan bantaran Kali Ciliwung itu bukan dalam waktu dekat meski Gubernur yang disapa Ahok itu sempat mengatakan akan menggusur pekan ini.

Ahok mengaku akan lebih dulu membereskan proyek penataan Kampung Pulo yang digusur sejak Kamis (20/8) pekan lalu.


Meski waktu relokasi warga Bukit Duri belum pasti, Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan rumah susun untuk warga yang terkena dampak penggusuran. Ada dua rumah susun yang disiapkan yakni di Cipinang Besar Selatan (Cibesel) dan Pulo Gebang.

"Di Cibesel kalau tidak salah ada kira-kira 160 unit, yang di Pulo Gebang kalau tidak salah 150 unit," ujar Ahok.

Sebelumnya Ahok juga mengatakan akan menawarkan rusun yang akan dibangun di Kampung Pulo untuk warga Bukit Duri. Ahok memperkirakan, masih ada sisa unit rusun yang tersisa di Kampung Pulo nantinya yang bisa digunakan warga Bukit Duri.

Urung menggusur kawasan Bukit Duri pekan ini, Ahok berharap penggusuran bisa berlangsung tahun ini. Ia berharap kawasan Kampung Pulo dan Bukit Duri terbebas dari banjir tahunan yang biasanya datang awal tahun.

Penggusuran warga di Bukit Duri diperkirakan akan dilakukan pada bangunan berjarak 15 meter dari bibir sungai.

Jika warga Kampung Pulo sudah jauh-jauh hari menolak penggusuran, beberapa warga Bukit Duri yang ditemui CNN Indonesia mengaku pasrah jika akan digusur.

"Ya kalau sudah waktunya mau apa lagi. Dari tahun 1970-an sudah ada kabar mau digusur, tapi baru sekarang ini (berjalan). Kalau udah ada pemberitahuan mau bagaimana lagi," kata Iwan, salah seorang warga Kampung Pulo.

Sama dengan Iwan, Munir Azhari warga asli Bukit Duri yang telah tinggal puluhan tahun pasrah jika penggusuran dilakukan.

"Kalau memang digusur ya mau bagaimana lagi, saya ikut pemerintah saja, kalau memang itu buat menghindari banjir Jakarta," kata Munir. (sur/sur)