Ahok Tunda Penggusuran Bukit Duri

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Selasa, 25/08/2015 09:54 WIB
Ahok Tunda Penggusuran Bukit Duri Foto udara pemukiman di bantaran sungai Ciliwung kawasan Bukit Duri, Jakarta, Kamis (13/8). Pemerintah provinsi DKI Jakarta menargetkan program normalisasi Sungai Ciliwung akan selesai pada 2016 yang diharapkan mampu mengatasi persoalan banjir di wilayah Jakarta. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penggusuran kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, prioritas saat ini adalah menyelesaikan penertiban kawasan Kampung Pulo lebih dulu.

"Kami selesaikan dulu yang ini. Kontraktor juga butuh waktu," kata Gubernur yang biasa disapa Ahok itu saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Selasa (25/8).

Jika memungkinkan, penataan kawasan Bukti Duri tetap akan dilakukan pada tahun ini. Yang penting, kata Ahok, tahun ini kawasan Kampung Pulo tak dilanda banjir lagi.

Kendati waktu relokasi warga Bukit Duri belum pasti, Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan rumah susun (rusun) untuk warga yang terkena dampak penggusuran. Ada dua rumah susun yang disiapkan, yaitu rusun Cibesel (Cipinang Besar Selatan) dan rusun Pulo Gebang. (Baca juga: Sengkarut Keadilan yang Diharapkan Warga Bantaran)


"Di Cibesel kalau tidak salah ada kira-kira 160 unit, yang di Pulo Gebang kalau tidak salah 150 unit," ujar Ahok.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah DKI Jakarta Ika Lestari Aji mengatakan pihaknya sedang menyiapkan pembongkaran bangunan di kawasan Bukit Duri setelah pembongkaran permukiman Kampung Pulo. Ia memperkirakan proses pembongkaran akan berlangsung pekan ini.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Ahok saat proses relokasi warga Kampung Pulo tengah berlangsung pekan lalu. Ia meminta warga Bukit Duri bisa belajar dari penggusuran warga di Kampung Pulo.

"Kalau Kampung Pulo sudah beres saya harap orang Bukit Duri bisa melihat perubahan ini," ujar Ahok. (Baca juga: Bukit Duri dan Sepenggal Cerita Iwan)

Penggusuran warga di Bukit Duri dilakukan pada bangunan berjarak 15 meter dari Sungai Ciliwung. Itulah yang akan dieksekusi dalam waktu dekat. Sebab, area itu akan terkena pembangunan saluran.

Berbeda dengan warga Kampung Pulo yang melakukan perlawanan terhadap penggusuran, beberapa warga Bukit Duri yang ditemui CNN Indonesia mengaku pasrah jika ingin relokasi.

"Ya kalau sudah waktunya mau apa lagi. Dari tahun 1970-an sudah ada kabar mau digusur, tapi baru sekarang ini (berjalan). Kalau udah ada pemberitahuan ya mau bagaimana lagi," kata Iwan.

Sama dengan Iwan, Munir Azhari warga asli Bukit Duri yang telah tinggal puluhan tahun pasrah jika penggusuran dilakukan.

"Kalau memang digusur ya mau bagaimana lagi, saya ikuti pemerintah, kalau memang itu untuk menghindari banjir Jakarta," kata Munir. (sur/sur)