Hal tersebut disampaikannya dalam acara workshop 'Grand Design Peningkatan Keterwakilan Politik Perempuan di Lembaga Legislatif', Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (27/8).
"Grand Design ini sengaja disiapkan sedini mungkin agar minat politik perempuan lebih siap untuk menjadi calon legislatif pusat dan daerah," tutur Yohana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, Yohana mengatakan penyusunan desain besar pemberdayaan perempuan merupakan strategi yang tepat baik secara substansi, operasionalisasi, maupun para pemangku kepentingan agar pada pileg 2019 nanti keterwakilan perempuan di legislatif mencapai 30 persen.
"Agar dapat menjadi panduan bagi pemangku kepentingan di pusat dan daerah," tuturnya.
Tak hanya itu, Yohana mengungkapkan tiga hal manfaat apabila kuota 30 persen keterwakilan perempuan di legislatif dapat terpenuhi. Pertama adalah, dapat membangun kualitas demokrasi yang ditandai dengan keseimbangan peran gender dalam pengambilan keputusan politik di legislatif.
Kedua adalah dapat mengawal kebijakan pembangunan yang responsif gender dan anak guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat yang berkeadilan gender.
Ketiga, meningkatkan produktivitas nasional yang berdampak positif terhadap meningkatnya indeks pembangunan manusia guna mengejar ketertinggalan dari negara maju lainnya. (pit)