Bareskrim Berencana Umumkan Capim Tersangka Senin Depan

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Sabtu, 29/08/2015 10:21 WIB
Direktur Tipideksus Brigjen Victor Simanjuntak mengatakan penetapan tersangka kandidat capim KPK tersebut adalah murni masalah hukum. Direktur Tipideksus Brigadir Jenderal Victor Simanjuntak, Jumat malam (28/8), mengatakan dia akan mengungkapkan kasus capim tersangka pada Senin pekan yang akan datang (31/8). (CNN Indonesia/ Aulia Bintang Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim) memberikan sedikit bocoran mengenai kasus yang menjerat salah seorang calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Kasus itu ditangani Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipideksus).

Direktur Tipideksus Brigadir Jenderal Victor Simanjuntak, Jumat malam (28/8), mengatakan dia akan mengungkapkan kasus itu Senin pekan yang akan datang (31/8). Walau demikian, dia juga belum banyak bicara mengenai kasus ini.

Victor pun menegaskan, perihal penetapan tersangka kandidat yang dimaksud adalah murni masalah hukum. "Kalau saya bebas dari kepentingan. Kalau tidak ada bukti tidak mungkin menetapkan tersangka," kata Victor. (Lihat Juga: Pansel KPK Hanya Siapkan 8 Nama untuk Diajukan ke Jokowi)


Sementara itu, Wakil Direktur Tipideksus Komisaris Besar Agus Setya, yang juga memimpin penelusuran rekam jejak capim KPK membenarkan kasus tersebut adalah kasus korupsi.

Namun, dia pun baru mau mengungkapkannya Senin setelah menunggu "perkembangan yang baik dan lebih jelas lagi." (Baca Juga: Kabareskrim Sebut Penetapan Tersangka Capim KPK Murni Hukum)

Gambaran kasusnya, menurut dia, telah disampaikan kepada anggota Tim Pansel Yenti Ganarsih yang semalam mendatangi Bareskrim. Hal tersebut disampaikan langsung kepada Yenti oleh Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso.

Usai menemui Budi, Yenti mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah Bareskrim menetapkan tersangka saat calon tersebut masih berada di tahap seleksi. Pihaknya tidak menilai Bareskrim berupaya menjegal calon. (Baca Juga: Pansel Pastikan Coret Capim KPK Berstatus Tersangka)

"Kalau emang perkembangan kasus yang lama ya berarti menyelamatkan. Jangan sampai sudah diberikan ke Presiden tiba-tiba ditetapkan tersangka, lebih bahaya," kata Yenti.

Meski sudah diberikan gambaran kasusnya oleh Budi, Yenti pun enggan membocorkan kasus tersebut. Dia justru mendorong Bareskrim agar segera mengungkapkannya.

"Saya dorong, Pak Kabareskrim tolong jangan kami yang harus mengumumkan, bukan kewenangan kami," kata Yenti. "Bagi kami, kalau itu sudah tersangka ya sudah tidak kami pilih."

Dia juga mendukung Bareskrim untuk mengambil langkah cepat dalam proses hukum si tersangka. "Supaya tidak jadi pertanyaan, harusnya segera diproses."

Penetapan tersangka salah seorang calon pimpinan KPK pertama kali disampaikan Budi Jumat siang. Dia juga berharap Tim Pansel mempertimbangkan masukan Bareskrim yang sudah memberikan rekam jejak 48 kandidat.

Tak hanya itu, dia bahkan sempat menyebut akan meminta pertanggungjawaban Tim Pansel jika calon yang sudah diberi catatan khusus masih diloloskan ke tahap selanjutnya. (utd/utd)


BACA JUGA