Fachrul Razi: Korban Penghapusan Jabatan Wakil Panglima TNI

Suriyanto, CNN Indonesia | Rabu, 02/09/2015 08:34 WIB
Fachrul Razi: Korban Penghapusan Jabatan Wakil Panglima TNI Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) memberikan arahan kepada petinggi bidang pertahanan dan keamanan RI di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/2). (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi disebut sebagai calon kuat Kepala Staf Kepresidenan. Fachrul akan menggantikan Luhut Binsar Panjaitan yang ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.

Presiden dijadwalkan melantik Kepala Staf Kepresidenan yang baru hari ini (2/9) di Istana Negara. Selain Fachrul ada nama jenderal purnawirawn lain yakni Jenderal (Purn) Jhony Lumintang.

Fachrul diketahui adalah satu dari puluhan jenderal yang menjadi tim sukses Jokowi saat pemilihan presiden tahun lalu. Pria asal Aceh ini lulus Akademi Militer tahun 1970.


Jabatan tertinggi dalam militer adalah Wakil Panglima TNI tahun 1999-2000. Fachrul Razi diberhentikan dari jabatannya itu oleh Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur melalui keputusan presiden.

Gus Dur memberhentikan Fachrul karena saat itu ia ingin menghapuskan jabatan Wakil Panglima TNI. Jabatan orang nomor dua sampai kini masih dihapuskan.

Namun Jenderal (Purn) Moeldoko saat masih menjabat Panglima TNI lalu mengusulkan agar jabatan ini dihilangkan.

Fachrul dikenal ahli dalam bidang infanteri. Beberapa jabatan strategis di tubuh TNI yang pernah didudukinya adalah Gubernur Akademi Militer (1996-1997), Asisten Operasi Kepala Staf Umum ABRI (1997-1998), Kepala Staf Umum ABRI (1998-1999), dan Sekertaris Jenderal Departemen Pertahanan (1999). (sur/sur)