"Pertama sih, kalau dari kebiasaan melihat OPM melakukan sesuatu, yang pertama harus selalu dilihat adalah OPM siapa. Karena gampang banget melabeli kelompok itu sebagai OPM," kata Zely kepada CNN Indonesia, Senin (14/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"OPM tidak pernah melakukan ini sebagai strategi. Enggak mungkin seremeh itu. Apalagi untuk membela tersangka kasus ganja," katanya.
"Yang pegang senjata itu enggak cuma OPM dan tentara. Ada juga gerakan-gerakan tambahan. Tapi ya karena enggak pernah ada pengusutan yang jelas, jadinya orang terlalu mudah untuk menyebut OPM," ujar Zely.
Tuntutan pembebasan narapidana kasus ganja dan narkotik itu juga, dikatakan Zely, juga menjadi alasan yang tidak mungkin dilakukan oleh OPM. Alasannya, bagi orang Papua yang menyatakan aliansi kemerdekaan, aksi penyanderaan bakal menjadi pemicu rusaknya usaha OPM selama ini.
"Untuk orang Papua yang aliansi kemerdekaan. Itu tolol kalau dilakukan. Itu sama saja merusak usaha diplomasi yang sedang dilakukan di luar negeri," kata Zely.
(meg)