"Kami menghargai ada kerja sama tapi kami lihat kami masih belum butuh bantuan luar negeri," kata Siti di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jumat (18/9). (Lihat Juga FOKUS Siapa di Balik Kebakaran Hutan?)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siti menjelaskan saat ini pemerintah mengerahkan 24 pesawat dengan berbagai fungsi seperti untuk pemboman air (water bombing), angkut personel, dan rekayasa cuaca seperti hujan buatan. Untuk pesawat water bombing tersedia 10 pesawat dengan kapasitas 5 ribu liter air. Sedangkan sisanya digunakan untuk hujan buatan dengan kapasitas 3.200 dan 500 liter air.
Pemerintah Singapura telah menawarkan bantuan melalui menterinya sebanyak dua kali. Pertama, tawaran bantuan disampaikan melalui Menteri Pertahanan mereka, Ng Eng Hen. Menhan Singapura tersebut menghubungi langsung Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu, untuk menawarkan bantuan fasilitas pemadam kebakaran.
"Kementerian Pertahanan (MINDEF) dan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) sudah menyiagakan pesawat C-130 untuk operasi modifikasi cuaca, satu helikopter Chinook dengan penampungan air untuk pemadaman api dari udara dan dua pesawat C-130 untuk mengangkut tim pemadam kebakaran dari Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF)," tulis MINDEF dalam pernyataan resmi mereka.
Selain Menhan, bantuan juga ditawarkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Vivian Balakrishnan. "Tidak ada komplain. Dia menawarkan bantuan tapi saya katakan kami sedang berusaha. Dia juga bilang terimakasih," kata Siti di Kantor Kepresidenan, Kamis (17/9).
Berdasarkan data terakhir dari Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan yang dihimpun melalui satelit hingga 9 September 2015, luas area lahan pemanfaatan yang terindikasi kebakaran di Sumatera dan Kalimantan mencapai 190.993 hektar. Selain itu, sebanyak 114 perusahaan terindikasi melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Dari 114 perusahaan yang berada di 8 provinsi di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang terindikasi melakukan pembakaran hutan dan lahan, perusahaan yang berada di Sumatera Selatan mempunyai jumlah paling banyak dengan 19 perusahaan, diantaranya PT BMH, PT RHM, PT SWI, PT BAP, PT BPU, PT GAL, PT WLM, PT CMB, PT TPJ, PT DGS, PT RPP, PT IAL, PT BKI, PT BSC, PT SAM, PT RE, PT DAS, PT CT dan HGU. (utd)