Polri Buka Layanan Perpanjangan SIM Online

Abraham Utama, CNN Indonesia | Minggu, 27/09/2015 14:24 WIB
Polri Buka Layanan Perpanjangan SIM Online Gedung Korps Lalu Lintas Polri. (Detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korps Lalu Lintas Polri mengembangkan layanan perpanjangan surat izin mengemudi secara online. Kepolisian Daerah Metro Jaya menjadi institusi pertama yang akan menerapkan sistem tersebut.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan, layanan ini nantinya akan meringankan biaya perpanjangan SIM para perantau.

Ia mencontohkan, seorang perantau di Jakarta kini tak perlu lagi pulang ke daerah asalnya untuk memperpanjang masa berlaku SIM-nya. Menurut Tito, biaya perpanjangan SIM yang hanya ratusan ribu rupiah tidak sebanding dengan biaya transportasi yang harus ditanggung pemilik SIM.


"Kalau ada warga yang dari Banda Aceh atau Jayapura, biasanya pulang ke kota masing-masing untuk memperpanjang SIM, sekarang tidak perlu seperti itu lagi. Biaya pulang-pergi mahal, cukup ke kantor polisi di Jakarta, itu menghemat biaya," ujar Tito di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Ahad (27/9).

Untuk sementara, kepolisian yang dapat mengimplementasikan sistem ini hanyalah kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Pada tahap selanjutnya, kepolisian di 45 kota dan kabupaten akan menyusul.

Sistem perpanjangan SIM secara online ini merupakan kerja sama antara Korlantas Polri dengan Telkom, Bank Rakyat Indonesia, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta Dinas Pendapatan Daerah.

Selain perpanjangan, segala urusan yang berkaitan dengan SIM masih harus dilaksanakan di daerah asal. Tito berkata, pengajuan pembuatan SIM baru misalnya, tetap harus melalui ujian di kepolisian setempat.

Peluncuran sistem perpanjangan SIM secara online ini dilakukan pada peringatan hari ulang tahun Korlantas Polri yang ke-60. Mewakili Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Condro Kirono, Tito berkata kepolisian akan terus mengevaluasi diri terkait pelayanan lalu lintas.

"Hal-hal yang negatif mungkin masih ada, seperti sebuah kemacetan yang tidak ada polisinya. Ini menjadi evaluasi kami agar lebih baik sehingga kemacetan benar-benar bisa diatasi," kata Tito. (agk/agk)