"Untuk Kalimantan, Palangkaraya indeks kualitas udaranya 965 atau masuk kategori berbahaya, di Pontianak 143 dan masuk kategori sedang, sementara Banjarbaru 85 dengan kategori sedang," kata Sutopo dalam keterangan persnya, Selasa (29/9).
Meski kualitas udara di Palangkaraya buruk, data dari Sutopo menunjukkan bahwa penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di sana bukanlah yang tertinggi. Di Palangkaraya, penderita ISPA hanya berjumlah 11.522 jiwa, sedangkan Kalimantan Selatan menjadi penyumbang penderita ISPA paling sedikit dengan 11.330 jiwa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Riau ada 34.846 jiwa, di Jambi ada 31.191 jiwa, di Sumatera Selatan ada 22.855 jiwa, dan Kalimantan Barat ada 23.487 jiwa," ujarnya.
Di Sumatera, 14 titik ada di Jambi, di Bangka Belitung ada dua titik, dan yang terbanyak ada di Sumatera Selatan dengan 223 titik api. Sementara di Kalimantan, 38 titik api ada di Kalimantan Barat, 62 titik api di Kalimantan Selatan, 107 titik api di Kalimantan Tengah, 133 ada di Kalimantan Timur, dan di Kalimantan Utara hanya ada satu titik api.
Saat akhir pekan kemarin kondisi makin parah, hingga menurut Wulan, bernapas menjadi sulit. Asap juga masuk ke rumah-rumah warga sehingga bahkan di dalam rumah pun mereka memakai masker. (utd)