"Kemarin kunjungan presiden ke Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. presiden memerintahkan membuat blocking kanal itu ternyata berhasil. Itu akan kami jadikan model," kata Luhut di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (30/9).
"Jadi canal blocking ini menjadi pilihan secara nasional," kata Irman usai mengikuti rapat terbatas di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu untuk memberikan kontribusi agar semua pengelolaan di tanah gambut bisa menggunakan blocking," kata Irman.
"Kami bikin kanal supaya ada sumber air dan itu diblok. Karena kalau tidak diblok airnya justru lari," katanya.
Biasanya, meskipun sudah dipadamkan di atas permukaan kebakarannya, namun api di bawah permukaan masih menyala. Hal itu membuat asap terus menyala di lahan gambut.
"Misal hari ini upaya pemadaman hotspot nol, besok tiba-tiba bisa muncul lagi dua puluh padahal tidak ada yang bakar lagi," ujar Christiandy.
Di sisi lain, Penanggung jawab sementara Gubernur Kalimantan Tengah Hadi Prabowo, mengatakan saat ini peningkatan status bencana nasional belum diperlukan. Dia menyatakan bahwa daerahnya membutuhkan peralatan, pendanaan, dan sarana prasarana.
"Belum ada status bencana nasional. Kami sedang melakukan upaya penanganan oleh daerah secara serentak," katanya. (utd)