Usulan Undang-Undang inisiatif Pemerintah untuk dibahas DPR dipandang dapat mengurangi beban kerja lembaga parlemen yang terbukti tidak tampak kinerjanya selama satu tahun bertugas.
"Pemerintah harus menutupi kelemahan DPR itu dengan pembuatan usulan UU dari inisiatif mereka sendiri. Inisiatif membuat usulan UU lebih banyak daripada DPR dapat dilakukan, karena pembuatan UU memungkinkan usulan berasal dari Pemerintah," ujar pengamat politik dari Charta Politica, Yunarto Wijaya, kepada CNN Indonesia, Kamis (1/10).
Lihat juga:Menengok Satu Tahun Kerja Parlemen |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DPR sekarang akhirnya bukan merupakan kumpulan orang terbaik, tapi menjadi kumpulan blok-blok kekuatan politik. Perlu ada perubahan aturan secara sistemik dengan perubahan UU MD3 yang baru, UU Parpol tentang kaderisasi, yang bisa membawa parlemen lebih baik nantinya," ujar Yunarto.
Sementara itu, Politikus senior Partai Golkar Muladi menilai tumpukan persoalan parlemen di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih banyak yang belum terselesaikan. Hal itu dianggap mengganggu konsenterasi anggota dewan dalam menjalankan fungsinya di parlemen.
Muladi menganggap periode kepemimpinan DPR saat ini telah menjadi semacam masa transisi lembaga legislatif. Parlemen dalam hal ini memerlukan banyak penyesuaian mengurusi tiga hal yang menjadi tugas dan fungsi DPR, yaitu legislasi, pengawasan, dan anggaran.
"Masa transisi ini penuh perdebatan ditambah dengan banyaknya persoalan masa lalu. Pak SBY memerintah 10 tahun, itu berarti hasil persoalannya banyak," kata Muladi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (1/10). (utd)