Pencarian Pesawat Aviastar Hari Ini Belum Membuahkan Hasil
Yohannie Linggasari | CNN Indonesia
Sabtu, 03 Okt 2015 19:00 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Operasional dan Latihan Basarnas Brigadir Jenderal (Marsekal) Ivan Ahmad Riski Titus menyatakan pencarian pesawat Aviastar tipe DHC6/PKBRM dengan rute penerbangan Masamba, Luwu Utara-Makassar, Sulawesi Selatan telah dihentikan untuk hari ini karena hari sudah gelap.
Pencarian akan dilanjutkan lagi esok pukul 06.30 waktu setempat. Sampai dengan hari ini, Ivan mengatakan belum dapat menemukan pesawat yang hilang kontak sejak kemarin itu.
"Kami telah mendapatkan tambahan satu buah helikopter dari PT Bosowa. Jadi, besok pencarian akan menggunakan dua helikopter dan dua pesawat jenis twin otter," kata Ivan saat dihubungi pada Sabtu (3/10).
Pada siang tadi, pencarian lewat jalur udara terpaksa dihentikan karena alasan cuaca. Awan putih tebal yang menutupi areal pencarian pesawat menyebabkan pencarian lewat udara tidak dimungkinkan. Alhasil, sebanyak 125 personel yang dikerahkan hanya mengandalkan jalur darat untuk melakukan pencarian.
Diketahui, pesawat Aviastar yang membawa tujuh penumpang dan tiga awak kabin, seharusnya menempuh waktu 70 menit dan direncanakan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin 15.39 WITA, namun akhirnya pesawat dinyatakan hilang karena komunikasi tidak bisa dilakukan oleh pihak pengawas udara.
Pencarian akan dilanjutkan lagi esok pukul 06.30 waktu setempat. Sampai dengan hari ini, Ivan mengatakan belum dapat menemukan pesawat yang hilang kontak sejak kemarin itu.
"Kami telah mendapatkan tambahan satu buah helikopter dari PT Bosowa. Jadi, besok pencarian akan menggunakan dua helikopter dan dua pesawat jenis twin otter," kata Ivan saat dihubungi pada Sabtu (3/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marketing & Promotion Manager PT Aviastar Mandiri Eko Prihantoro mengatakan pilot Kapten Roy Iriafriadi memiliki jam terbang yang tinggi. “Pilotnya sudah punya 2.911 jam terbang,” ujar Eko kepada pers di kantor Aviastar Jakarta. Begitupun dengan kopilotnya, Yudhistira Febby. Bahkan Yudhistira mempunyai jam terbang yang lebih banyak ketimbang Roy.
(pit)