Anggota Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana dalam siaran pers yang diterima CNN Indonesia menuturkan, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah berupaya sekuat tenaga dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
"Saya sudah melihat baik prajurit dari TNI, Kepolisian, dan BNPB. Saya lihat betul-betul sudah bekerja," ujar Jokowi di lokasi kebakaran Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupate Kampar, Provinsi Riau, Jumat (9/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mempercepat pemadaman api, pemerintah menerima bantuan pesawat yang berasal dari Malaysia, Singapura, Rusia, dan China. Pesawat-pesawat itu memiliki kapasitas setara 12.000 liter hingga 15.000 liter. "Kami fokus mengerjakan yang titik apinya paling banyak, yaitu di Sumatra Selatan, karena asap yang masuk kesini itu berasal dari sana," ujar Jokowi tadi siang.
Ditargetkan dalam dua pekan ke depan dengan kapasitas bom air yang ada, titip api bisa cepat tertangani.
Oleh sebab itu, kata Ari, solusi untuk mengatasi kebakaran di lahan gambut itu dilakukan dengan membuat kanal bersekat dan di sisi kanan dan kirinya diberi stok air dengan embung. Dengan cara itu dilakukan pembasahan (rewetting) lahan gambut.
Sekat kanal bersama embungnya selain dibuat di Lokasi Bekas Kebakaran, Desa Rimbo Panjang, Kemacetan Tambang, Kabupaten Kampar juga telah dikerjakan di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, lokasi yang telah dikunjungi Presiden pada bulan September lalu. (sur)