Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia, Ray Rangkuti, mengatakan sejumlah menteri memiliki ideologi yang saling bertolak belakang.
Ia mencontohkan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno lebih dekat dengan paham liberalisme, sedangkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli terlihat menolak paham tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kasus program pembangunan kereta cepat rute Jakarta-Bandung misalnya, Sebastian menyebut sejumlah menteri sebenarnya tidak setuju dengan proyek tersebut. Bahkan, ia menduga terdapat beberapa menteri yang enggan bertanggungjawab atas pelaksanaan program itu.
"Jika ke depan terdapat dugaan penyelewengan kewenangan dan penyalahgunaan anggaran, apakah Jokowi yang harus bertanggung jawab," ucap Sebastian.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Saiful Munjani Research and Consulting, Djayadi Hanan, menyatakan perombakan kabinet rentan menimbulkan kegaduhan politik.
"Tahun depan harus fokus membangun ekonomi. Hal-hal yang potensial mengganggu stabilitas politik harus dilakukan paling tidak hingga akhir tahun ini," ujarnya di Jakarta, pekan lalu.
Djayadi mengatakan, Jokowi sudah memiliki cukup waktu dalam setahun ke belakang untuk mempelajari perpolitikan nasional, termasuk mengenali perilaku dan pola tindak aktor politik maupun para ahli di sektor-sektor pembangunan.
Ia menyarankan agar Jokowi tidak kembali merombak Kabinet Kerja tahun depan. (bag)