Saat membahas soal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (RAPBN) 2016, Hendrawan menyinggung waktu pidato Jokowi yang berdekatan dengan reshuffle sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau demikian, dia enggan menyebut siapa saja menteri yang akan terkena reshuffle berikutnya.
"Kami sudah beri masukan dari DPP PDIP kepada Presiden Joko Widodo, ada sejumlah kementerian. Rotasinya cukup besar," kata dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menilai reshuffle kali ini hanyalah perombakan tambal sulam.
Walau mendepak Tedjo Edhy Purdijatno dari kursi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Fadli menilai Jokowi tetap tidak berani menyentuh menteri-menteri lainnya yang berasal dari partai politik pendukung presiden. Tedjo, diketahui masih tercatat sebagai kader dari Partai NasDem.
"Ketakutan itu menunjukkan bahwa ini reshuffle tambal sulam, yang menunjukan beberapa orang mempunyai backing politik," kata Fadli Rabu lalu. (Baca juga: Indroyono: Dari Ruangan Habibie Berakhir di Carstensz Pyramid)
Enam menteri baru telah resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Keenam menteri tersebut adalah Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Menko Polhukam Luhut Panjaitan, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Kepala Bappenas Sofyan Djalil, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Masuknya Pramono Anung menggantikan Andi Widjajanto sebagai Seskab membuat PDI Perjuangan saat ini punya lima wakil di kabinet. Sebelumnya kader PDIP sudah empat orang jadi pembantu Presiden. Mereka adalah Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly dan Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. (sur)