Menurutnya, itu dikarenakan masih ada hal yang perlu dijelaskan, seperti besarnya Penyertaan Modal Negara (PMN). "Ini masalah serius, termasuk di APBN. Kalau masalah tidak di clear kan, lebih bagus RAPBN ditunda saja," ucap Fadli di Gedung Nusantara III DPR RI, Jakarta, Senin (26/10).
Namun, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mengaku tidak ada niatan Koalisi Merah Putih menyandera pembahasan RAPBN di DPR. "Gimana mau sandera kalau belum selesai?" ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya, Wakil Ketua DPR ini memperkirakan RAPBN tetap akan dibahas sesuai jadwal, yakni Jumat (30/10) mendatang. "Insya Allah Jumat. Tidak ada niatan (menunda), kecuali membantu pemerintah," ujar Taufik.
Lihat juga:Pengesahan RAPBN 2016 Molor |
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan saat ini ada sedikitnya empat komisi di DPR yang belum rampung melakukan pembahasan RAPBN dengan mitra kerja di pemerintah. Sebagian komisi bahkan belum menyetujui postur anggaran yang diajukan oleh Badan Anggaran DPR.
RAPBN kali ini nantinya bakal menjadi APBN pertama yang betul-betul digodok melibatkan pemerintahan Joko Widodo. Sebab selama satu tahun terakhir, pemerintahan Jokowi mengandalkan APBN-P penyempurnaan yang telah disusun selama pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. (bag)