Salah satu buruh, Dedi supriadi (41) mengatakan saat ini Menteri Ketenagakerjaan dinilai tidak pro buruh. Dia mencontohkan banyaknya pekerja asing yang masuk ke Indonesia membuat pengangguran semakin banyak. Selain itu dia juga keberatan dengan adanya Peraturan Perundangan (PP) Pengupahan.
Dedi pun meminta Presiden Jokowi mencopot Menteri Ketenagakerjaan dengan pihak lainnya yang lebih berkompeten. Hanif dinilai gagal menyejahterakan buruh dalam satu tahun pemerintahan Jokowi-JK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain demo di Jakarta, beberapa agenda pun telah disipkan buruh agar tuntutannya terpenuhi. Salah satunya akan melakukan mogok masal di daerah pada 2 hingga 10 November 2015.
2. Menolak formula dan mekanisme penetapan upah minimum yang hanya berbasis inflasi dan pertumbuhan ekonomi dan tidak memperhatikan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
3. Mendesak gubernur, wali kota dan bupati untuk meminta Jokowi menetapkan kenaikan UMP sebesar 25 persen.
4. Mencopot Menteri Ketenagakerjaan yang dinilai telah gagal memberikan perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan kaum buruh. (utd)