"Plusnya adalah perspektif publik langsung tertuju ke suku anak dalam," ujar Khofifah di Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (4/11).
Dia menegaskan, pertemuan tersebut bukan rekayasa atau sengaja dipersiapkan Kementerian Sosial. Khofifah mengungkapkan program pendekatan kepada suku anak dalam sudah ada sejak 1969, dengan agenda memberikan pendampingan dan penyapaan terhadap warga negara terpencil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu jauh dari apa yang direkayasa. Kebetulan baru pertama kali presiden bersapa langsung dengan suku anak dalam. Jadi posisi itu, bukan Mensos yang menyiapkan," ujarnya.
Kedua lokasi berjarak sekitar 600 meter hingga 800 meter, sehingga Presiden berpindah dari lokasi pertama ke lokasi kedua menggunakan mobil.
Istana, melalui Sekretaris Kabinet Pramono Anung sebelumnya turut membantah adanya rekayasa dari foto tersebut. Dia menjelaskan, orang-orang Suku Anak Dalam yang diajak berinteraksi oleh Presiden di foto pertama dan kedua sama sekali berbeda. (meg)