Gus Dur Segera Bergelar Pahlawan Nasional

Resty Armenia, CNN Indonesia | Kamis, 05/11/2015 21:28 WIB
Gus Dur Segera Bergelar Pahlawan Nasional Kiai Haji Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur (lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940 meninggal di Ciganjur, 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun)[1] adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001. (Istimewa/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa Presiden Republik Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, akan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Khofifah menjelaskan, penobatan Gus Dur sebagai pahlawan nasional sebenarnya sudah pernah diputuskan bakal diberikan pada tahun 2013. Namun akhirnya waktu penganugerahan harus ditunda.

"Gus Dur sudah pernah diputuskan di 2013, dan dipending sesungguhnya hanya menunggu waktu. Itu catatan dari Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan," ujar Khofifah di Istana Negara, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/11).


Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu, selain dari Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, proses penetapan Gus Dur sebagai pahlawan nasional yang dilakukan oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) juga telah selesai.

"Jadi tidak ada catatan apapun, semua sudah selesai, tinggal menunggu saat penganugerahannya," katanya.

Sesuai Pasal 4 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, gelar berupa Pahlawan Nasional dan pemberian gelar dapat disertai dengan pemberian tanda jasa dan/atau tanda kehormatan.

Mengutip situs resmi Kementerian Sekretariat Negara, gelar Pahlawan Nasional dapat diberikan kepada warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negara, atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Untuk tahun ini, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2015 yang ditandatangani pada Rabu (4/11) kemarin, Presiden Jokowi menetapkan Almarhum Benhard Wilhem Lapian, Almarhum Mas Isman, Almarhum I Gusti Ngurah Made Agung, Almarhum Ki Bagus Hadikusumo, Almarhum Komisaris Jenderal Dr. H Moehammad Jasin sebagai Pahlawan Nasional. (meg/meg)