Poempida Hidayatullah yang menyatakan permintaan maaf karena telah bergabung dengan kubu Agung, pun kembali ke naungan Aburizal Bakrie.
Yang terbaru adalah Ketua DPP Partai Golkar kubu Agung, Yorrys Raweyai, yang sedari awal menolak munas Ical, bahkan menyatakan tidak sependapat lagi dengan visi dan misi Agung Laksono terhadap partai beringin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, di masa awal dualisme kepengurusan Golkar, dirinya bersama Agung dan yang lain berusaha untuk tidak mengakui kepemimpinan Ical karena manajemen politik pemilik Group Bakrie itu dinilai tidak sesuai.
Meskipun kini sudah menyatakan tidak sependapat lagi dengan Agung Laksono, memang Yorrys tidak serta merta menyatakan mendukung Ical.
Bagi Yorrys, dia bukan pendukung siapa pun. Bersama Tim Penyelamat Partai Golkar lainnya, Yorrys mengaku hanya akan bergerak mewujudkan rekonsiliasi partai.
"Saya bukan orangnya Agung. Saya bukan orangnya Aburizal. Dari pertama saya sudah posisikan sebagai tim penyelamat partai," tutur Yorrys.
Yorrys menegaskan, tidak akan ada Musyawarah Nasional Golkar dalam waktu dekat. Golkar saat ini hanya fokus kepada proses demokrasi pilkada serentak.
Sementara itu, seperti di kutip detikcom, Agung enggan menanggapi langkah yang dilakukan Yorrys dengan gerakan putar balik dukungan. Agung juga tidak merasa ditinggakan dan hingga saat ini hubungan dengan Ical baik-baik saja.
"Biasa saja. saya nggak mau komentar soal itu," kata Agung.
Agung merasa tak menunjuk Yorrys menjadi ketua tim pemenangan. "Kami ada tiga orang dari Munas Ancol, tiga orang dari Munas Bali yang tahu nama-namanya Pak Sekjen. Jadi tugasnya hanya mengatur jadwal kampanye," kata Agung. (pit/rdk)