"Saya percaya kalau semua pihak mencoba menempatkan posisinya masing-masing dengan baik, tentu akan ada jalan pemecahan," kata Haedar saat ditemui di PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (12/11).
Haedar berpendapat masalah izin pendirian rumah ibadah tampaknya akan terus terjadi. Namun, ia mengimbau agar semua lapisan masyarakat, terutama umat beragama, dapat menyelesaikan masalah secara damai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi mereka, relokasi baik ke Jalan Dr. Sumeru, Bubulak, Kayu Manis maupun di daerah Bogor bukan solusi penyelesaian GKI Yasmin.
"Bima Arya tidak beda dengan pendahulunya Diani Budiarto, justru makin kukuh dalam mendiskriminasi jemaat GKI Yasmin," kata Bona saat konferensi pers di kantor LBH Jakarta, Rabu (11/11).
Sikap yang sama ditunjukan di hadapan Ombudsman pada 11 Agustus 2015. Dalam pertemuan itu, perwakilan Pemkot Bogor menyatakan bahwa gereja GKI Yasmin akan ditutup dan direlokasi ke tempat lain.
Selain itu, dinyatakan bahwa perelokasian merupakan buah kesepakatan dengan gereja GKI Pengadilan, yang dalam sejarahnya adalah induk GKI Yasmin.
Menurut Bona, sikap Pemkot Bogor di bawah kepemimpinan Bima Arya justru membawa kasus intoleransi ini kembali ke titik nol dan mengembangkan sikap kongkalikong, pemecahbelahan, serta mengindikasikan tindakan Pemkot melawan hukum.
"Ada konspirasi seri dua yang coba dijalankan Pemkot Bogor dengan cara diam-diam memecah belah gereja," kata Bona.
Anggota jemaat GKI Silawangi Cicurug, Sukabumi, Hai Hai Bengcu mengatakan GKI tidak memiliki cabang. Begitu pun dengan GKI Yasmin, bukan dibentuk oleh GKI Pengadilan. GKI Yasmin berdiri sendiri atas inisiatif jemaat yang tinggal di lokasi tersebut.
"GKI induk tidak punya hak sama sekali untuk mengatur apalagi membubarkan gereja," tegas Hai.
Wakil Ketua Direktur Setara Institute Bonar Tigor Naipospos mengatakan pemerintah seakan tidak memiliki solusi untuk menyelesaikan masalah GKI Yasmin.
Menurutnya, jika persoalan kebebasan beragama di GKI Yasmin bisa diselesaikan pemerintah, maka hal ini bisa menjadi model penyelesaian masalah yang sama di daerah lain. "GKI Yasmin ini menjadi ikon," katanya. (pit)