Pertemuan Jokowi-KIH Bukan Pertemuan Rahasia
Christie Stefanie | CNN Indonesia
Jumat, 13 Nov 2015 15:27 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan pertemuan Presiden Joko Widodo dengan elit partai politik Koalisi Indonesia Hebat pada Kamis (12/11) di Istana bukan pertemuan mendadak.
Dia menuturkan Presiden Jokowi selalu terbuka melakukan komunikasi bersama elit partai politik, terutama partai pendukung pemerintah.
"Pertemuan itu wajar, sering terjadi dan tidak mendadak," kata Pratikno di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/11).
Namun, Pratikno mengaku tidak mengetahui lebih lanjut pembahasan dalam pertemuan KIH dan Jokowi kemarin malam, termasuk kemungkinan adanya pembahasan perombakan kabinet jilid II.
Isu reshuffle jilid II memang semakin santer terdengar. Terutama setelah Partai Amanat Nasional (PAN) mendeklarasikan bergabung menjadi partai pendukung pemerintah.
"Saya tidak tahu karena tidak mengikuti acara. Saya juga tidak pernah membicarakan itu (reshuffle) dengan presiden," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum PPP hasil Muktamar Surabaya Romahurmuziy mengatakan pertemuan KIH dan Jokowi membahas konstelasi politik dan konsolidasi KIH.
Selain itu juga membahas hal-hal yang terkait dukungan atas kinerja pemerintahan Jokowi-JK dan kinerja parlemen.
PAN Tak Tahu
Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno mengaku partainya tidak pernah mengetahui hasil-hasil pertemuan yang selama ini dilakukan Koalisi Indonesia Hebat, termasuk dengan Presiden Joko Widodo.
"Belum tuh," ujar Eddy saat dihubungi, Jumat (13/11).
Hal itu disampaikannya menanggapi pertemuan KIH dan Jokowi di Istana pada Kamis (12/11) malam. Termasuk, perubahan nama Koalisi Indonesia Hebat menjadi Partai-Partai Pendukung Pemerintah.
Menurut Eddy hal itu wajar sebab partai yang dipimpin Zulkifli Hasan pada dasarnya tidak bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi-JK pada Pilpres 2014.
"Itu kan kesepakatan antar partai-partai yang tergabung di KIH. Kami kan bukan di KIH. Jadi wajar saja kita tidak mengetahui rencana perubahan ini," katanya.
Eddy mengatakan kemungkinan PAN akan mengikuti pertemuan-pertemuan selanjutnya, pasca perubahan nama koalisi tersebut. Mengingat, PAN telah mendeklarasikan menjadi partai pendukung pemerintahan Jokowi-JK sejak dua bulan lalu.
"Kemungkinan begitu ya. Saya belum mengetahui teknisnya bagaimana nanti, tetapi ketika diundang kami akan hadir," tuturnya
Kamis (12/11) malam, petinggi Partai Koalisi Indonesia Hebat menemui Presiden Joko Widodo di Istana. Ketua Umum PPP hasil Muktamar Surabaya Romahurmuziy mengatakan pertemuan itu membahas peta politik dan konsolidasi KIH.
Selain itu juga membahas hal-hal yang terkait dukungan atas kinerja pemerintahan Jokowi-JK dan kinerja parlemen. (pit)
Dia menuturkan Presiden Jokowi selalu terbuka melakukan komunikasi bersama elit partai politik, terutama partai pendukung pemerintah.
"Pertemuan itu wajar, sering terjadi dan tidak mendadak," kata Pratikno di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak tahu karena tidak mengikuti acara. Saya juga tidak pernah membicarakan itu (reshuffle) dengan presiden," katanya.
PAN Tak Tahu
Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno mengaku partainya tidak pernah mengetahui hasil-hasil pertemuan yang selama ini dilakukan Koalisi Indonesia Hebat, termasuk dengan Presiden Joko Widodo.
"Belum tuh," ujar Eddy saat dihubungi, Jumat (13/11).
Hal itu disampaikannya menanggapi pertemuan KIH dan Jokowi di Istana pada Kamis (12/11) malam. Termasuk, perubahan nama Koalisi Indonesia Hebat menjadi Partai-Partai Pendukung Pemerintah.
"Itu kan kesepakatan antar partai-partai yang tergabung di KIH. Kami kan bukan di KIH. Jadi wajar saja kita tidak mengetahui rencana perubahan ini," katanya.
Eddy mengatakan kemungkinan PAN akan mengikuti pertemuan-pertemuan selanjutnya, pasca perubahan nama koalisi tersebut. Mengingat, PAN telah mendeklarasikan menjadi partai pendukung pemerintahan Jokowi-JK sejak dua bulan lalu.
"Kemungkinan begitu ya. Saya belum mengetahui teknisnya bagaimana nanti, tetapi ketika diundang kami akan hadir," tuturnya
Selain itu juga membahas hal-hal yang terkait dukungan atas kinerja pemerintahan Jokowi-JK dan kinerja parlemen. (pit)