Dia menuturkan Presiden Jokowi selalu terbuka melakukan komunikasi bersama elit partai politik, terutama partai pendukung pemerintah.
"Pertemuan itu wajar, sering terjadi dan tidak mendadak," kata Pratikno di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak tahu karena tidak mengikuti acara. Saya juga tidak pernah membicarakan itu (reshuffle) dengan presiden," katanya.
PAN Tak Tahu
Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno mengaku partainya tidak pernah mengetahui hasil-hasil pertemuan yang selama ini dilakukan Koalisi Indonesia Hebat, termasuk dengan Presiden Joko Widodo.
"Belum tuh," ujar Eddy saat dihubungi, Jumat (13/11).
Hal itu disampaikannya menanggapi pertemuan KIH dan Jokowi di Istana pada Kamis (12/11) malam. Termasuk, perubahan nama Koalisi Indonesia Hebat menjadi Partai-Partai Pendukung Pemerintah.
"Itu kan kesepakatan antar partai-partai yang tergabung di KIH. Kami kan bukan di KIH. Jadi wajar saja kita tidak mengetahui rencana perubahan ini," katanya.
Eddy mengatakan kemungkinan PAN akan mengikuti pertemuan-pertemuan selanjutnya, pasca perubahan nama koalisi tersebut. Mengingat, PAN telah mendeklarasikan menjadi partai pendukung pemerintahan Jokowi-JK sejak dua bulan lalu.
"Kemungkinan begitu ya. Saya belum mengetahui teknisnya bagaimana nanti, tetapi ketika diundang kami akan hadir," tuturnya
Selain itu juga membahas hal-hal yang terkait dukungan atas kinerja pemerintahan Jokowi-JK dan kinerja parlemen. (pit)