Tokoh Masyarakat Malu Banten Kembali Terjerat Korupsi

Suriyanto, CNN Indonesia | Rabu, 02/12/2015 10:27 WIB
Tokoh Masyarakat Malu Banten Kembali Terjerat Korupsi Ilustrasi korupsi. (Thinkstock/Fuse)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tokoh masyarakat Banten Embay Mulya Syarif menyesalkan penangkapan dua anggota DPRD oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Kembali ditangkapnya unsur Provinsi Banten oleh KPK diibaratkan Embay bagai keledai yang terperosok di lubang yang sama.

Mereka yang ditangkap adalah Wakil Ketua DPRD SM Hartono dan anggota DPRD Tri Satriyo Santoso dan Direktur Utama PT Banten Global Depelopment (BGD) Ricky Tampinongkol.

"Saya sebagai masyarakat Banten prihatin atas kejadian ini. Manusia bukan keledai yang bisa terperosok ke lubang yang sama. Kenapa kasus kemarin tidak jadi perhatian," kata Embay kemarin seperti dikutip dari Antara.

Embay yang juga salah seorang tokoh pendiri Provinsi Banten mengatakan, merasa malu jika lagi-lagi kasus korupsi terjadi di Banten. Padahal beberapa waktu lalu Banten menjadi sorotan masyarakat luas atas berbagai kasus korupsi yang terjadi di Banten yang melibatkan mantan Gubernur Ratu Atut Chosiyah. Gubernur yang digantikan Atut, Djoko Munandar juga jadi tersangka kasus korupsi.


"Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran berharga bagi siapapun yang berkhianat terhadap amanat rakyat," kata Embay.

Sebagai tokoh masyarakat, Embay mengaku sudah mengingatkan jauh-jauh hari bahwa dalam mendirikan sebuah bank perlu kehati-hatian dan kajian yang mendalam. Hal tersebut harus dilakukan karena menyangkut modal yang besar dan harus dilihat kemanfaatannya bagi masyarakat.

"Bukannya saya tidak setuju mendirikan sebuah bank, karena tidak bisa tergesa-gesa. Kalau maunya cepat-cepat ini pasti ada apa-apanya," kata Embay.

Tokoh Banten lainnya Tubagus Ismetullah Al-abbas juga mengaku prihatin dan menyesalkan atas kasus tertangkapnya dua wakil rakyat di Banten oleh KPK. Sebab kejadian tersebut jelas-jelas telah mencoreng nama baik Banten dimata masyarakat, serta dari etika sudah menyalahi amanat rakyat yang dititipkan kepada anggota DPRD Banten tersebut.

"Jika memang ini terkait pendirian Bank Banten, saya berharap tidak mengganggu proses pendirian bank. Sebab keberadaan bank Banten ke depan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Soal kasus hukum terkait persoalan tersebut, kami berharap tetap diselesaikan dan dibuktikan oleh penegak hukum," kata Ismetullah.

Kemarin sekitar pukul 12.42 WIB, di sebuah restoran di kawasan Serpong, Tangerang, penyidik KPK mencokok Hartono, Tri, dan Ricky. Selanjutnya, sekitar pukul 14.00 WIB, ketiga orang tersebut digiring ke gedung komisi antirasuah bersama supir masing-masing.

Sekitar 15.30 WIB, penyidik membawa dua orang lagi yang diambil dari sebuah perusahaan di Banten. Mereka adalah direksi PT BGD.

Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK mengatakan status delapan orang tersebut kini adalah terperiksa. Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi. Pemeriksaan digelar selama 1 x 24 jam sejak penangkapan

Setelah pemeriksaan intensif, penyidik dan pimpinan akan menghelat ekspose atau gelar perkara untuk menentukan apakah dapat ditetapkan sebagai tersangka. Surat perintah penyidikan akan diterbitkan pimpinan KPK jika ditemukan dua alat bukti yang kuat. Kemudian si tersangka akan diproses hukum dalam tahap penyidikan. (Antara/sur)