Partisipasi Pilkada dengan Calon Tunggal di Atas 50 Persen

Hafizd Mukti, CNN Indonesia | Jumat, 11/12/2015 06:12 WIB
Partisipasi tiga daerah dengan pasangan calon tunggal, Blitar 58 persen, Tasikmalaya 60 persen dan Timor Tengah Utara 77 persen dianggap hasil yang lumayan. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay dan Arif Budimanta menilai capaian partisipasi masyarakat di daerah dengan pasangan calon tunggal sudah cukup baik. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay menyatakan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada Serentak 2015 di tiga daerah yang hanya mempunyai satu pasangan calon (paslon) cukup lumayan.

"Untuk tiga daerah ini ada upaya dari kami agar infonya dikumpulkan lebih cepat. Blitar 58 persen, Tasikmalaya 60 persen, dan Timor Tengah Utara 77 persen. Ini angka-angka yang cukup lumayan partisipasinya," kata Hadar di kantor KPU, Jakarta, kemarin.

Seperti daerah-daerah lainnya, kata Hadar, pelaksanaan pilkada di tiga daerah dengan satu paslon tersebut juga sudah berjalan dengan lancar.


"Memang gambaran lengkapnya belum ada, namun kami berpandangan sudah berjalan dengan lancar," ucap Hadar.

Seperti diketahui, dalam Pilkada Serentak 2015 terdapat tiga daerah yang hanya mempunyai satu pasangan calon, yakni Tasikmalaya, Blitar, dan Timor Tengah Utara.

Sebanyak 264 pemilihan kepala daerah (pilkada) digelar secara serentak di berbagai wilayah di Indonesia pada Rabu (9/12) dilaporkan berjalan aman dan lancar. Pilkada serentak tersebut merupakan sejarah terbesar dalam penyelenggaraan demokrasi tingkat lokal di Indonesia.

Jumlah pilkada itu sekitar 50 persen lebih jumlah daerah. Sisanya direncanakan akan dilakukan pilkada pada 2017 dan 2018. Pada pilkada serentak kali ini, dari 269 daerah, KPU akhirnya menunda 5 daerah yang tengah bermasalah dengan hukum, terkait dengan gugatan para calon yang sebelumnya dianulir oleh KPU.

Kelima daerah tersebut Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Fakfak, Kota Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, dan Kota Manado. KPU berharap kelima daerah tersebut dapat segera memperoleh keputusan hukum yang mengikat sehingga pilkada tetap dapat dilaksanakan pada Desember 2015.

Dari 264 pilkada, delapan di antaranya merupakan pemilihan tingkat provinsi, sedangkan sisanya pemilihan bupati dan wali kota. (pit)