Partahi mengatakan, Nikita ke Kempinski untuk bertemu dengan seseorang bernama Cici. Mereka hendak membicarakan pekerjaan di kamar.
“Ada kalanya bertemu orang di kamar, itu sudah biasa,” kata Petrus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Nikita bilang, ‘Kamu siapa?’ Kemudian laki-laki itu bilang, ‘Enggak apa-apa, di sini saja’,” kata Partahi menceritakan pengakuan Nikita.
Itu pula kenapa, menurut Petrus, Nikita dalam kondisi tak berbusana lengkap di dalam kamar. “Karena dia ganti baju.”
“Waktu dia ganti pakaian, masuk rombongan itu (polisi). Nikita sendiri tidak tahu permasalahannya apa,” kata Partahi.
Soal bukti transfer uang ke rekening bank yang disita polisi dalam ‘penangkapan’ Nikita, Partahi mengatakan Nikita tidak pernah mengurusi transfer-transfer itu.
“Dia tidak mengerti atas dasar apa dia ditangkap. Tapi dia dibawa ke Dinas Sosial sebagai korban,” ujar Partahi.
Sementara soal kenapa ada pria tak dikenal bisa masuk ke kamar yang dimasuki Nikita padahal kunci kamar dipegang Nikita, Petrus menjawab singkat, “Wah, enggak tahu.”
Terkait Cici yang hendak ditemui Nikita untuk bicara soal pekerjaan, Petrus mengatakan Cici adalah orang dari perusahaan asuransi yang juga bergerak di bidang event organizer.
Nikita saat ini telah dibawa ke Dinas Sosial di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, untuk dibina. Di tempat itu, menurut Kepala Subdirektorat Perjudian dan Asusila Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Umar Fana, bisa saja Nikita diajari keterampilan yang berguna seperti jahit-menjahit.
Kasus dugaan prostitusi online ini merupakan pengembangan dari perkara prostitusi online artis yang sebelumnya juga menyeret nama Amel Alvi, Tyas Mirasih, dan Shinta Bachir. Nama-nama mereka muncul dalam pemeriksaan polisi terhadap saksi dari muncikari Robbie Abbas.
Robbie Abbas yang merupakan muncikari dari Amel Alvi kini telah divonis 1 tahun 4 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas tindak pidana memudahkan tindakan cabul oleh orang lain.