“Saya sudah tidak sanggup untuk dipanggil lagi ‘Yang Mulia’ di forum sidang MKD. Saya akan minta ke Fraksi (Hanura) untuk mundur dari MKD,” kata Sudding di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (17/12).
Rencana pengunduran diri Sudding dari MKD ini ia kemukakan tepat setelah persidangan etik terhadap Setya Novanto rampung –mesti tak tuntas karena MKD batal memutus sanksi bagi Setya setelah politikus Golkar itu menyerahkan lebih dulu surat pengunduran dirinya sebagai Ketua DPR ke MKD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bergelut dengan kasus-kasus etik para anggota Dewan di MKD dan mesti menghakimi mereka yang bermasalah, kata Sudding, amat menguras energi. Ia sudah lelah.
"Saya berharap orang-orang di MKD melepaskan dari mana dia berasal, melepaskan pertemanan, dan melepaskan kedekatan dengan seseorang. MKD perlu pembenahan, termasuk orang-orang yang ditempatkan di MKD," ujar Sudding.
Khusus untuk Setya Novanto, MKD sudah dua kali mengusut kasus etik terkait dia. Pertama terkait pertemuan Setya dan rombongan delegasi DPR di New York dengan Donald Trump, bakal calon presiden AS dari Partai Republik. Kedua, soal skandal rekaman Freeport di maca Setya berbincang dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan pengusaha Riza Chalid.