Dalam rapat paripurna hari ini, Jumat (18/12), Fraksi Gerindra menemukan sejumlah dana dalam rancangan APBD (R-APBD) 2016 yang mengalami kekurangan catatan.
Anggota Fraksi Gerindra Aristo Purboadji menjelaskan kekurangan catatan tersebut terdapat pada rincian Belanja Tidak Langsung R-APBD 2016. "Kami mempertanyakan catatan tentang Belanja Tidak Langsung yang tidak sinkron antara anggaran total dan rincian," kata Aristo di gedung DPRD DKI, Jumat (18/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan rincian tersebut maka jumlah Belanja Tidak Langsung adalah Rp 24,098 triliun. Anehnya, dalam R-APBD 2016 Belanja Tidak Langsung yang tercatat berjumlah Rp 24,517 triliun.
Menanggapi temuan Fraksi Gerindra tersebut, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan bahwa dana tersebut bukan tidak tercatat melainkan dimasukkan sebagai biaya taj terduga.
Biaya tak terduga tersebut, lanjut Basuki, memang sengaja tidak dimasukkan dalam rincian anggaran.
"Jadi selisih itu disimpan di biaya tak terduga dan dijadikan biaya bencana seperti contohnya bencana banjir," kata Ahok, sapaan Basuki.
Terkait dengan perjalanan pengesahan APBD 2016, agenda setelah hari ini adalah mendengarkan jawaban Gubenur DKI Jakarta atas Pandangan Fraksi DPRD DKI Jakarta. Jawaban gubernur tersebut akan disampaikan pada rapat paripurna DPRD DKI yang akan diadakan besok, Sabtu (19/12) di ruang rapat paripurna DPRD DKI. (pit)