"Kami memang telah mendapatkan informasi dari intelijen soal kemungkinan adanya serangan dalam waktu dekat. Informasi itu kami sikapi dengan meningkatkan pengamanan di beberapa titik strategis, seperti di badar udara," kata Luhut saat konferensi pers di kantor Kemenko-Polhukam, Jakarta, Senin (21/12).
Luhut menegaskan bahwa pihaknya telah berhasil mengawasi semua pergerakan jaringan teroris di Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tengah bekerja keras dalam mencegah aksi terorisme.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasi ini diperkuat oleh Australian Federal Police (AFP) dan intelijen Singapura. Dan dalam tiga hari belakangan (18-20 Desember), kami berhasil membekuk sembilan orang yang diduga teroris jaringan Jemaah Islamiyah (JI) yang ada kaitannya dengan ISIS," kata Badrodin.
Kesembilan orang tersebut berinisial R (Pekanbaru), YS (Pekanbaru), AR (Tasik), ZA (Tasik), MKA (Mojokerto), TP (Mojokerto), IM (Mojokerto), JA (Gresik), dan AK alias AJI (Jawa Tengah).
"Kami sudah lakukan penggeledahan dan benar ditemukan ada rakitan (bom). Kami ada waktu satu minggu untuk membuktikan mereka terkait," katanya. (pit)