Badrodin tidak menyebutkan secara lengkap nama-nama jaringan teroris itu. Namun, di antaranya yang dia sebutkan adalah jaringan lama seperti Mujahidin Indonesia Timur, Mujahidin Indonesia Barat, Laskar Jihad, Jamaah Anshaarut Tauhid, dan Daulah Islamiyah Nusantara.
"Sekarang ini zamannya sudah modern, sudah bisa koneksi satu sama lain. Mungkin kelompok itu mengatakan tidak ada hubungannya dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), tetapi secara perorangan mereka bisa komunikasi satu sama lainnya," kata Badrodin.
Pemerintah Australia juga menyebut ISIS hendak mendirikan kekhalifahan di Indonesia. Negara tetangga itu khawatir Indonesia akan dijadikan basis untuk melakukan serangan ke tanah airnya.
Sementara itu, jaringan-jaringan lain yang disebutkan sudah lebih dulu berkembang di Indonesia. "Secara ideologis mereka semua hampir sama, dalam rangka mendirikan negara Islam," kata Badrodin.
Untuk memburu Santoso, Polri dan TNI melaksanakan operasi Camar Maleo. Operasi ini, kata Badrodin, tetap berjalan meski Polri juga melaksanakan operasi Lilin untuk mengamankan natal dan tahun baru.
"Justru kami lakukan upaya yang sekarang adalah itu untuk menjamin masyarakat kita jangan ragu-ragu beraktivitas sebagaimana biasa, lakukan kegiatan sebagaimana mestinya. Kemudian kalau ada yang merayakan pergantian tahun silakan dilakukan, tetapi jangan berlebihan, sederhana saja," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT