Bahkan, kata Lunggana, Musyawarah Kerja Wilayah DPD PPP DKI Jakarta, yang merupakan mekanisme pemilihan calon gubernur, belum menentukan siapa yang akan dicalonkan PPP dalam Pilgub DKI.
Lulung, sapaan Lunggana, menegaskan perkataan Sekretaris Jenderal PPP Ahmad Dimyati Natakusuma bukanlah hal serius dan hanya pandangan pribadinya saja.
Lihat juga:Ahok: PPP Mau Dukung Haji Lulung Jadi DKI 1 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seandainya Muskerwil PPP memilih Ahok, sapaan Basuki, sebagai calon gubernur atau wakil gubernur Lulung mengaku akan mengapresiasi itu. Namun dirinya tetap tak mau dipasangkan dengan Ahok, dia lebih memilih untuk melawannya di Pilgub.
Sebelumnya Dimyati mengatakan bahwa Ahok masuk kandidat partainya untuk dicalonkan Pilkada Serentak 2017. Ahok bahkan diwacanakan dipasangkan dengan tokoh PPP asal Jakarta Abraham Lunggana atau yang biasa disapa Haji Lulung.
"Ahok masuk pertimbangan. Saya sudah tawarkan ke Lulung," kata Dimyati di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin (4/1).
Padahal menurut Dimyati, wacana memasangkan keduanya dalam satu paket adalah ide bagus untuk menunjukan perbaikan. (pit)