Alldo Fellix Januardy, pengacara LBH Jakarta yang menjadi korban aniaya, mengungkapkan bahwa dirinya dianiaya setelah dirinya mendatangi pihak Satpol PP dan polisi untuk menjelaskan keadaan.
"Saya mendatangi Satpol PP, polisi, dan camat untuk mengatakan bahwa proses hukum sedang berjalan dan tolong hormati proses hukum," kata Alldo saat ditemui di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (12/1).
Lihat juga:Ahok Gusur 92 Rumah di Bukit Duri Hari Ini |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sayangnya mata saya sedang minus enam dan saya tak bisa melihat siapa yang menarik atau memukul saya, saya hanya melihat langit saja," kata Alldo.
Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan setidaknya akan ada 92 rumah di kawasan Bukit Duri yang akan terkena penggusuran hari ini.
"Tetap akan kami gusur 92 rumah karena kami mau membuat sheet pile sepanjang 250 meter," kata Basuki saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (12/1).
Lihat juga:Deretan 'Kegilaan' Ahok Sepanjang 2015 |
Terkait gugatan yang diajukan waga Bukit Duri ke Pengadilan Tata Usaha Negara, Ahok mengungkapkan hal tersebut pun tak akan menghentikan proses penggusuran. Menurutnya urusan PTUN adalah urusan kedua, penggurusan tetap nomor satu.
"Sekarang sudah perintah ke tiga, sesuai prosedur diminta bongkar ya bongkar. Jika semua orang sudah salah karena menduduki tanah negara ya tak bisa (ditoleransi)," katanya. (bag)