Gerindra Tak Masalah Sendirian Jadi Partai Oposisi

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Selasa, 12/01/2016 20:03 WIB
Gerindra Tak Masalah Sendirian Jadi Partai Oposisi Wakil Ketua DPR (ki-ka) Taufik Kurniawan, Fahri Hamzah, Fadli Zon dan Agus Hermanto saat memimpin Sidang Paripurna di Jakarta, Senin (11/1). (CNN Indonesia/Adhi Wicakono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan partainya tidak gentar jika berdiri sendiri di luar pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Hal tersebut disampaikan menyikapi wacana merapatnya Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera ke pemerintah.

"Walaupun sendirian, kami tidak ada masalah. Perlu ada yang mengontrol pemerintahan ini," ujar Fadli Zon di Gedung Nusantara III DPR RI, Jakarta, Selasa (12/1).
Fadli menjelaskan setiap partai politik memiliki hak dalam menentukan sikap termasuk posisinya di pemerintahan. Sehingga, dia tidak akan mempersoalkan akan bergabung atau tidaknya Golkar dan PKS ke pemerintahan.

Dia meyakini, partai-partai yang bergabung dalam Koalisi Merah Putih, saat Pilpres 2014, bukan dalam posisi oposisi atau tidak. Sebab, pada dasarnya, koalisi ini akan tetap mendukung program pemerintah selama dinilai pro rakyat.


Namun, Fadli mengatakan dukungan tersebut bukan berarti nantinya Gerindra akan bergabung dengan pemerintah. Dia menegaskan, berada di luar pemerintahan merupakan komitmen Gerindra sejak awal.

Wakil Ketua DPR ini pun tak mempermasalahkan adanya perubahan suara di parlemen akibat sinyal merapatnya Golkar dan PKS ke pemerintah.

"Saya kira selama ini tidak ada masalah apabila pembahasan (kebijakan) dengan pemerintah. Kalau bagus, masa tidak didukung," katanya.
Kursi anggota partai pendukung pemerintah di DPR saat ini berjumlah 256, dengan rincian PDIP 109 kursi, PAN 49 kursi, PKB 47 kursi, NasDem 35 kursi, dan Hanura 16 kursi. Sementara yang berada di luar pemerintahan berjumlah 174 kursi, dengan rincian Gerindra 73 kursi, Demokrat 61 kursi dan PKS 40 kursi.

Dua partai yang hingga saat ini masih bermasalah dengan dualisme kepemimpinan berjumlah 130 kursi. Partai Persatuan Pembangunan memiliki 39 kursi di parlemen. Kubu Romahurmuziy menuturkan pihaknya mendukung penuh pemerintahan Jokowi-JK. Romi pun kerap mengikuti pertemuan Koalisi Indonesia Hebat.

PPP kubu Djan Faridz masih tetap berada di luar pemerintahan. Sementara, Partai Golkar memiliki 91 kursi di DPR. Kubu Agung Laksono sejak 2014 lalu mengatakan, mendukung pemerintahan Jokowi-JK.

Sementara, Aburizal Bakrie menuturkan jajarannya memberikan dukungan ke pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. Hal itu disampaikannya usai menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka, kemarin (11/1) sore.

Desember 2014 lalu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman turut menemui Presiden Jokowi di Istana. Sohibul mengatakan kedatangannya itu merupakan silaturahmi sebagai kepengurusan baru PKS. (utd/utd)