"Walaupun sendirian, kami tidak ada masalah. Perlu ada yang mengontrol pemerintahan ini," ujar Fadli Zon di Gedung Nusantara III DPR RI, Jakarta, Selasa (12/1).
Lihat juga:PKS Masih Berkomitmen Tetap Bersama KMP |
Dia meyakini, partai-partai yang bergabung dalam Koalisi Merah Putih, saat Pilpres 2014, bukan dalam posisi oposisi atau tidak. Sebab, pada dasarnya, koalisi ini akan tetap mendukung program pemerintah selama dinilai pro rakyat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua DPR ini pun tak mempermasalahkan adanya perubahan suara di parlemen akibat sinyal merapatnya Golkar dan PKS ke pemerintah.
Lihat juga:Jokowi Akan Temui Elite Partai Golkar |
Dua partai yang hingga saat ini masih bermasalah dengan dualisme kepemimpinan berjumlah 130 kursi. Partai Persatuan Pembangunan memiliki 39 kursi di parlemen. Kubu Romahurmuziy menuturkan pihaknya mendukung penuh pemerintahan Jokowi-JK. Romi pun kerap mengikuti pertemuan Koalisi Indonesia Hebat.
PPP kubu Djan Faridz masih tetap berada di luar pemerintahan. Sementara, Partai Golkar memiliki 91 kursi di DPR. Kubu Agung Laksono sejak 2014 lalu mengatakan, mendukung pemerintahan Jokowi-JK.
Sementara, Aburizal Bakrie menuturkan jajarannya memberikan dukungan ke pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. Hal itu disampaikannya usai menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka, kemarin (11/1) sore.
Desember 2014 lalu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman turut menemui Presiden Jokowi di Istana. Sohibul mengatakan kedatangannya itu merupakan silaturahmi sebagai kepengurusan baru PKS. (utd)