Luhut: Proses Penanganan Serangan Teror Dilakukan Cepat

Resty Armenia, CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2016 20:40 WIB
Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengapresiasi kinerja Polri bersama Pangdam Jaya yang mampu mengatasi serangan dengan baik. Petugas gegana menyisir kawasan Sarimah di Jalan MH Thamrin. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan berpandangan bahwa proses penangan serangan teror yang terjadi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) siang tadi dilakukan dengan cepat.

Luhut menjelaskan, proses penanganan dilakukan hanya sekitar empat jam. Ia bercerita, stafnya memberikan laporan mengenai terjadinya serangan sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, ucapnya, sekitar pukul 15.00 WIB semua jalan sudah dibuka kembali.

"Artinya polisi menangani cepat. Saya masih berteleponan dengan Pak Tito (Kapolda DKI Jakarta). Ia masih terima (informasi) ada ledakan-ledakan, tapi semua selesaikan dengan cepat. Ini penting. Kemudian Panglima TNI saya telepon, langsung set up semua TNI. Tadi anda lihat, semua dengan cepat berada di tempat. Ini satu penanganan yang menurut saya sangat baik sekali," ujar Luhut dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Mantan Kepala Kantor Staf Presiden itu juga meyakinkan bahwa serangan ini tidak banyak berpengaruh pada perekonomian, karena investor telah mengetahui bagaimana Indonesia mampu mengatasi serangan dengan sigap dan cepat.
"Besok Starbucks bisa dibuka. Mudah-mudahan malam ini bisa diganti segala macamnya. Kalau belum, ya mungkin menunggu beberapa tempat saja. Tapi semua tadi kami olah TKP oleh Pak Tito sudah diselesaikan selama hampir satu jam dan itu semua berjalan dengan bagus," katanya.


Sepakat dengan Luhut, Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengapresiasi kinerja Polri bersama Pangdam Jaya yang mampu mengatasi serangan dengan baik. "Kita bisa mengatasi dalam waktu sesingkat-singkatnya, empat jam maksimal dan normal kembali," ujarnya.

Gatot berharap seluruh warga tidak panik menghadapi serangan ini. Ia pun mengajak masyarakat untuk mengatasi persoalan ini dengan baik, tanpa membuat resah warga negara lain.

"NKRI tidak bisa ditekan, diancam oleh ISIS," ujarnya tegas. (bag/bag)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK