Menurutnya, meskipun kejadian itu terjadi di kawasan protokol ibu kota, bukan berarti selama ini kepolisian dan badan intelijen tidak berusaha mencegah pecahnya aksi teror.
"Jangan menganggap intelijen tidak bekerja. Mereka sudah bekerja luar biasa. Begitu pun polisi yang dalam empat jam bisa menanggulangi kondisi itu," ujarnya di Jakarta, Minggu (17/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berkata, jika pada suatu saat isi rumah itu dicuri maling, pasti terdapat sejumlah alasan yang menyebabkan sang penjaga lalai.
"Sebelumnya rumah itu tidak dapat dimasuki pencuri, itu terjadi karena sang penjaga rumah memang bekerja," tuturnya.
Di sisi lain, Lukman menuturkan, dalam menghadapi ancaman teror, kementeriannya hanya dapat mengusahakan upaya preventif. Ia berkata, menggandeng tokoh-tokoh agama dan menjadikan keluarga sebagai target program merupakan bentuk nyata usaha itu.
"Keluarga sebagai satuan terkecil harus paham sepenuhnya apa dan dari mana dan paham agama yang mereka jalankan," kata Lukman.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan itu berkata, setiap anggota keluarga harus siaga ketika paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa mulai dipelajari sanak-saudara mereka.
"Keluarga harus diperkuat dan itulah yang dilakukan Kemenag," ujarnya. (obs)