Direktur Eksekutif Disaster Victim Identification (DVI) Polri Komisaris Besar Anton Castillani menyatakan, jika cangkir Mirna berisi 250 cc kopi, maka dalam cangkir itu terdapat 2.750 miligram sianida.
Padahal dosis sianida yang dapat mengakibatkan kematian ‘hanya’ 150-200 miligram. “Secangkir kopi Mirna dapat mengakibatkan kematian 20 sampai 25 orang,” kata Anton.
Lihat juga:Polisi Ungkap Tersangka Pembunuh Mirna Besok |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Krishna menyatakan kandungan sianida di tubuh Mirna tak sampai 15 gram. “Bukan 15 gram. Hasil diskusi dengan Tim Labfor menyebutkan ada tiga-lima gram sianida di tubuhnya,” kata Krishna.
Usai rekonstrusi ulang dan membaca laporan resmi Tim Labfor Mabes Polri, penyidik akan segera menyimpulkan perkara kematian Mirna.
Usai menyesap satu sedot es kopi vietnam di Restoran Olivier, Mirna merintih kesakitan, kejang, dan mulutnya mengeluarkan buih.
Saat itu Mirna sedang bercengkerama dengan dua sahabatnya, Hani dan Jessica. Di antara ketiganya, Jessica tiba lebih dulu sekitar pukul 16.00 WIB, dan langsung memesan minuman untuk dia, Hani, dan Mirna.
Mirna dipesankan es kopi vietnam, sedangkan Jessica dan Hani cocktail dan fashioned fazerac. Kopi Mirna datang paling akhir, sekitar 40 menit setelah minuman Jessica dan Hani dihidangkan.
Namun baru satu sedotan, Mirna mengeluh sakit hingga akhirnya meninggal di rumah sakit.
Lihat juga:Polisi Geledah Rumah Sahabat Mirna |