Mengamuk, Massa Bakar Pemukiman Eks Gafatar di Mempawah

Aditya Panji & Antara & Aditya Panji, CNN Indonesia | Selasa, 19/01/2016 23:19 WIB
Massa menolak kelompok eks Gafatar dan meminta mereka dievakuasi. Pemerintah sepakat membawa mereka ke Pontianak lalu dipulangkan ke daerah asal. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemukiman organisasi masyrakat Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, jadi target amuk massa sampai melakukan pembakaran pemukiman pada Selasa sore (19/1).

Massa menolak kelompok ini dan meminta pemerintah segera mengevakuasi eks anggota Gafatar keluar dari wilayah mereka. Selama beberapa bulan terakhir, eks anggota yang kebanyakan berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat ini, tinggal di pemukiman tersebut.

Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini namun kerugian diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.


Pemerintah setempat mulai melakukan evakuasi sejak Selasa siang. Bupati Mempawah, Ria Norsan, saat dihubungi kantor berita Antara mengatakan, sesuai rapat koordinasi pihaknya sepakat untuk mengevakuasi eks Gafatar itu ke Pontianak.

Sejak Selasa pagi, rapat dilakukan di Kantor Bupati Mempawah untuk membahas pemulangan mereka, kemudian sekitar pukul 14.10 WIB, seluruh unsur Forkopimda Mempawah langsung keluar untuk menuju lokasi.

"Mereka sudah bersedia kita evakuasi dan dikembalikan ke daerah asal. Evakuasi dilakukan dengan menggunakan sejumlah armada yang sudah disiapkan dan selanjutnya akan dibawa ke Pontianak," ujar Ria Norsan.

Salah satu lokasi permukiman eks Gafatar tersebut adalah di Km 12 Moton Asam, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, sejumlah truk milik TNI berikut anggota dikerahkan guna mengevakuasi warga eks Gafatar tersebut.

Pemulangan tersebut nantinya menggunakan kapal laut. "Kita sudah tangani soal dana pemulangan mereka sesuai kemampuan, mengenai aset-aset mereka semua nanti juga akan kami urus," ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Sementara itu, Kapolres Mempawah AKBP Suharjimantoro menyatakan situasi saat ini sudah terkendal. Sejak kemarin seluruh anggota dikerahkan untuk siaga di pemukiman eks Gafatar yang menjadi target amuk massa.

"Kami antisipasi semua dengan optimal, termasuk mengamankan lokasi. Kita juga dibantu empat pleton dengan kekuatan 120 Brimob Polda Kalbar guna mengamankan lokasi eks Gafatar itu," ujarnya.

Menurut data Pemkab Mempawah, ada sekitar 749 jiwa anggota eks Gafatar. Mereka pun siap meninggalkan pemukiman, termasuk membawa berbagai logistik dan perlengkapan.

Warga eks Gafatar yang umumnya berasal dari Pulau Jawa itu mengaku pasrah dan akhirnya berkenan menerima tawaran evakuasi menyusul 10 perwakilan mereka yang sejak Senin (18/1) malam sekitar pukul 23.30 WIB sudah terlebih dahulu dievakuasi ke Polda Kalbar. (adt)