"Makanya nanti akan kami lihat aspeknya di mana saja. Kami akan telusuri," ujar Prasetyo di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Rabu (20/1) malam.
Yayasan Supersemar dapat mulai melakukan pembayaran denda perkara perdata yang melibatkannya mulai hari ini. Namun, denda yang akan dibayarkan yayasan diprediksi tidak mencapai jumlah yang sudah diputuskan Mahkamah Agung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dana tidak cukup tahu dari mana? Saya sendiri belum kasih tahu. Jangan mengada-ada," katanya.
Sebelumnya, Supersemar divonis bersalah PN Jakarta Selatan pada 28 Maret 2008. Putusan itu diperkuat vonis Pengadilan Tinggi DKI Jakarta di tingkat banding pada 19 Februari 2009.
Keberatan, Supersemar mengajukan kasasi ke MA pada Oktober 2010. Namun , MA hanya menerima sebagian permohonan pemerintah. Jumlah nominal denda yang harus dibayar Yayasan Supersemar salah ketik dalam putusan tersebut.
Mahkamah Agung menuliskan denda yang harus dibayar Supersemar adalah 75 persen dari Rp185 juta. Padahal Yayasan itu seharusnya membayar 75 persen dari Rp185 miliar, atau Rp139 miliar kepada negara.
Atas kasasi itu, Kejaksaan Agung mengajukan peninjauan kembali (PK) pada September 2013, yang juga diikuti PK Yayasan Supersemar. MA akhirnya mengabulkan PK negara dan menolak PK Supersemar sehingga mereka mesti membayar denda sebesar Rp4,4 triliun lebih pada tahun ini. (adt)