Co-founder SGRC UI, Firmansyah, menegaskan kelompok yang turut dia dirikan itu merupakan organisasi yang bergerak dalam lingkup kajian seksualitas, reproduksi, dan orientasi seksual. Oleh sebab itu Firmansyah menolak bila organisasinya didefinisikan sebagai komunitas LGBT.
"Saya, Firmansyah, salah satu dari beberapa orang yang terlibat dalam pendirian SGRC UI, menolak jika lingkup kajian organisasi kami dikerdilkan sedemikian rupa," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sadar akan risiko tinggi dari kegiatan tersebut, terbukti dengan ramainya media menyoroti organisasi kami akhir-akhir ini," ujar Firman.
Pada sejumlah penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional, Firmansyah mencatat remaja LGBT yang mendapat penolakan keluarga pada masa remaja 8,4 kali lebih rentan bunuh diri, 5,9 kali lebih rentan mengalami depresi, dan 3,4 kali lebih mungkin menggunakan narkotik dibanding mereka yang tidak ditolak oleh keluarga.
"Untuk menghindari risiko bunuh diri, depresi, dan penggunaan narkoba, remaja LGBT membutuhkan dukungan dari banyak pihak," kata Firmansyah.