Ia berkata, sarannya tersebut juga berlaku bagi para petinggi Partai Golkar yang awal pekan ini menyatakan dukungan kepada pemerintahan.
"Semua parpol, tanpa terkecuali, harus menahan diri untuk tidak intervensi dan menekan presiden," kata Dadang Rusdiana, Jumat (29/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dadang berharap, dukungan partai berlambang pohon beringin itu akan berpengaruh positif untuk daya tawar politik dan pertumbuhan ekonomi.
Lihat juga:Golkar Resmi Dukung Pemerintahan Jokowi |
"Atas rahmat Allah Tuhan Yang Maha Esa, Partai Golkar mendeklarasikan diri mendukung dan bersama pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, untuk melaksanakan pembangunan nasional di segala bidang dan kesejahteraan rakyat," ujar Yorrys ketika itu.
Naskah deklarasi itu lantas diserahkan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly.
Terkait komposisi menteri di Kabinet Kerja, berikut daftar menteri yang berasal dari partai politik:
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
1. Menteri Koodinator bidang bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani
2. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo
3. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly
4. Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung
Partai Kebangkitan Bangsa
1. Menteri Desa dan Daerah Tertinggal, Marwan Djafar
2. Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi
3. Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri
Partai NasDem
1. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya
2. Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan
3. Jaksa Agung, Muhammad Prasetyo
Partai Hanura
1. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi
2. Menteri Perindustrian, Saleh Husin
Partai Persatuan Pembangunan
Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin
Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
Kepala Badan Intelijen Negara, Sutiyoso
Partai Amanat Nasional
Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional, Soetrisno Bachir (abm/agk)