Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Komisaris Besar Agung Setya, di Markas Besar Polri, Jakarta, Kamis (12/2), mengatakan, penyidik berkesimpulan seluruh rangkaian penyidikan berjalan dengan sangat baik.
Ketika ditanya apakah hasil gelar perkara yang "sangat baik" itu berarti akan ada penambahan tersangka baru, Agung menjawab, "itu nanti biar jadi kejutan saja."
Saat ini, baru satu tersangka yang ditetapkan. Dia adalah Ferialdy Noerlan, bekas Direktur Teknik perusahaan pelat merah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia diperiksa untuk mengklarifikasi aset-aset yang dia miliki. Lino mengaku menunjukan beberapa dokumen ke penyidik terkait hal tersebut.
"Aset saya kan banyak. Kebanyakan itu sebelum saya masuk direksi," kata Lino. Namun, Lino enggan menjelaskan berapa jumlah asetnya.
"Pelimpahan tahap I secepatnya. Ada beberapa saksi yang ditambahkan lagi," kata Agung.
Lihat juga:RJ Lino Menangis Diperiksa Bareskrim |
Kasus berawal saat penyidik menemukan 10 mobile crane, yang mestinya dikirim ke delapan pelabuhan berbeda, mangkrak di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Polisi menduga ada motif korupsi pada proyek pengadaan lantaran delapan pelabuhan yang direncanakan menerima alat-alat berat itu justru menyatakan tidak membutuhkannya.
"Tersangka FN bertanggungjawab atas proyek pengadaan itu," kata Agung. (sur)