Namun begitu, Basuki enggan menuduh dari mana asal oknum-oknum tersebut.
"Saya tak tahu, tapi pasti ada oknum yang terlibat karena jika tak ada, tak mungkin praktik itu bisa bertahan lama," kata dia di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jauh sebelum praktik prostitusi merebak di sana, kata Ahok, praktik perjudian telah lebih dulu mengisi hari-hari warga Penjaringan, Jakarta Utara.
"Kemungkinan apa saja bisa terjadi. Mengeruk Ciliwung saja eskavator dibakar," ujar Ahok.
Namun Ahok mengaku tak peduli dengan itu semua. Menurutnya, penertiban di Jakarta tak ada urusan dengan masalah pilkada.
"Saya tak ada urusan dengan pilkada. Penertiban Jakarta jalan terus," ujar Ahok.
Ancam ganti wali kota
Ahok terkesan tak sabar ingin segera membongkar Kalijodo. Namun keinginannya tersebut tertahan oleh Wali Kota Jakarta Utara dan Jakarta Barat yang ingin lebih dahulu melakukan pendekatan persuasif.
Keinginan persuasif tersebut kurang disambut Ahok. Menurutnya, akan lebih cepat memberikan surat peringatan dibandingkan melakukan persuasif lebih dulu.
Namun karena menghormati usaha anak buahnya, Ahok memberikan waktu bagi para wali kota itu untuk meyakinkan dulu masyarakat setempat.
"Kalau memang (masyarakat) tak mau didekati, maka kami kirim SP (surat peringatan) 1, SP 2, dan SP 3," kata Ahok.
Ahok pun membubuhkan sedikit ancaman pada para anak buahnya. Jika usaha yang mereka lakukan nantinya menemui jalan buntu, Ahok tak segan untuk memecat mereka.
"Pokoknya sudah saya tekankan, wali kota jika tak berani (membongkar Koalijodo) harus diganti," kata Ahok.
Ia menyatakan, pembongkaran Kalijodo penting karena lokasi itu melanggar jalur hijau.