Muhaimin Diusulkan Maju Jadi Cawapres 2019

Basuki Rahmat, CNN Indonesia | Selasa, 16/02/2016 09:14 WIB
Muhaimin Diusulkan Maju Jadi Cawapres 2019 Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj bersama Rais Am PBNU KH. Ma'ruf Amin, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat menghadiri Hari Santri Nasional di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Makassar, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar didorong untuk maju menjadi calon wakil presiden pada Pemilu 2019. Dewan Pengurus Wilayah PKB Sulawesi Selatan sebagai pengusul menganggap Muhaimin pantas menjadi cawapres.

"Melihat sepak terjang dan pengalaman politik beliau (Muhaimin) selama ini, tentu sudah saatnya PKB ikut bertarung, minimal sebagai cawapres pada Pemilu Presiden nanti," ujar Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Asyad di Makassar, Selasa (16/2), seperti dilansir Antara.

Azhar menilai Muhaimin adalah sosok yang paling pantas untuk diusung, mengingat perjalanan karier politiknya mulai dari aktivis kemudian menteri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga duduk menjadi ketua umum partai.


"Kami di Sulsel berupaya mendongkrak suara PKB terus naik. Bila usulan ini diterima sosialisasi untuk Pak Muhaimin akan dilakukan secara intens mulai kota, kabupaten, kecamatan, kelurahan hingga sampai ke tingkat desa-desa," tutur Azhar.

Ketua Pemuda Ansor itu mengklaim saat ini kader PKB di seluruh Indonesia sudah mencapai 11 juta, mengalahkan beberapa partai besar lainnya. “Tentu dengan suara kader tersebut dapat menjadi pertimbangan bila meraih suara signifikan pada Pemilu 2019,” kata Azhar.

Menurut dia, upaya mendongkrak popularitas dan elektabilitas Muhaimin akan dilakukan dengan menyebar atribut, baliho, dan spanduk sampai ke desa-desa agar masyarakat luas mengetahui wajah Muhaimin.

Azhar menargetkan suara PKB di Sulsel akan melebihi perolehan pemilu lalu. Kendati memerlukan perjuangan, pihaknya akan tetap jalan sekaligus melakukan sosialisasi secara masif apabila DPP PKB dan Dewan Syuro menyetujui Muhaimin benar-benar direkomendasikan ikut bertarung.

Meski wacana usulan itu masih prematur dan prosesnya masih panjang, Azhar menegaskan bahwa persiapan harus dilakukan jauh hari sebelumnya pemilu agar semua berjalan sesuai target dan tidak keteteran nantinya.

"Beliau punya talenta kepemimpinan. Pernah menjadi Wakil Ketua DPR, menteri di era SBY, dan segudang prestasi. Jadi wajar kami mendukung dan mengusulkannya maju minimal kosong dua (wapres)," tambah Azhar.

(obs/obs)