SP 1 diberikan Pemprov DKI Jakarta terhadap warga yang hidup di lima RT pada kawasan Kalijodo. Surat tersebut diberikan secara langsung kepada para warga dan ditempel di beberapa kafe serta toko yang ada di kawasan tersebut.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, tidak ada hambatan yang ditemui tim Pemprov DKI Jakarta saat memberikan SP 1 kepada warga Kalijodo. Namun, beberapa warga mengaku terkejut menerima surat peringatan tersebut dari petugas Kelurahan pagi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama di Kalijodo, Solihin hidup bersama kedua orang tuanya. Mereka memiliki usaha penyediaan tempat parkir bagi para pengunjung kafe.
"Saya kerja jaga parkiran di sini, kalau digusur mau kerja di mana saya. Pendapatan selama ini paling Rp150 ribu per malam. Kalau dibongkar, mau dikasih apa anak dan istri?" ujarnya.
Rusun dibatasi
Usai memberikan SP 1 kepada warga di Kalijodo, Sekretaris Kelurahan Pejagalan Ichsan Firdaosyi berkata bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menjamin para pemilik rumah yang hidup di kawasan tersebut agar mendapat unit rumah susun di beberapa tempat nantinya.
Unit rusun hanya akan diberikan kepada pemilik rumah dan kerabatnya yang terdata hidup bersama di satu atap. Sementara itu, para penghuni indekos dan kontrakan tidak akan diberikan rusun walaupun mereka memiliki Kartu Keluarga.
"Kalau orang yang kost atau kontrak ya dia disuruh pindah saja. Rumah susun diprioritaskan untuk pemilik atau keluarganya yang tinggal bareng," ujar Ichsan.
Berdasarkan data yang dimiliki Kelurahan Pejagalan, hingga saat ini tercatat ada 1.500 KK yang hidup di lima RT pada kawasan Kalijodo. Namun, jumlah tersebut dapat berkurang setelah pendataan ulang dilakukan kembali oleh Kelurahan beberapa hari ke depan.
(obs)